Sebelum dilakukan pemilihan, Nurdin saat memberi sambutan mengatakan tekadnya untuk mengembangkan olahraga sepak bola dan cabang olahraga lainnya di Kepri.
“Saya berharap, Kepri bisa mengembangkan olahraga dan darinya bisa lahir bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama daerah dalam bidang olahraga,” ujar Nurdin.
Usai memberi sambutan, Nurdin langsung pergi meninggalkan kongres tersebut. Namun, Nurdin menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon ketua Asprov PSSI Kepri.
Plt ketua Asprov PSSI Kepri Johar Lin Eng mengatakan, selain Nurdin ada dua figur lain yang ingin maju sebagai calon ketua Asprov PSSI Kepri. Mereka adalah Berto Ishak dan Apri Sujadi. Namun, kedua figur tersebut tidak terlihat di lokasi acara.
“Pak Gubernur sudah menyatakan kesediaan untuk maju sebagai calon ketua. Kalau calon tidak hadir pada saat pemilihan dan tidak mengkonfirmasi untuk maju maka mereka dinyatakan mengundurkan diri. Jika satu orang saja maka pemilihan dilakukan secara aklamasi,” ungkap Johar kepada awak media.
Sampai pada proses pemilihan, Berto masih tidak datang ke lokasi acara. Apri menelepon untuk menyatakan pengunduran diri. Oleh karena itu, pemilihan dilakukan secara aklamasi.
Nurdin Basirun terpilih sebagai ketua Asprov PSSI Kepri. Sedangkan wakil ketua dijabat oleh Mafrizon, kepala Dispora Kepri.
Johar menambahkan, kepengurusan Asprov PSSI Kepri dibentuk kedua terakhir dari seluruh Asprov PSSI seluruh provinsi se-Indonesia. Jika kepengurusan tersebut terlambat dipilih maka Asprov PSSI Kepri paling terakhir dibentuk setelah Asprov PSSI Aceh.
“Kami berharap, setelah pembentukan kepengurusannya, Asprov PSSI Kepri bisa bekerja untuk mengembangkan olahraga sepak bola di Kepri. Mereka punya target bisa membawa sepak bola Kepri masuk PON. Itu target yang baik,” katanya.

