BERBAGI
Muhamad Yassin saat mengadukan nasibnya ke awak Media
CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Nasib mantan buruh Subkon asal Tiongkok, China yang mengerjakan kontruksi dermaga di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di lahan reklamasi laut di Kalang Batang, Kecamatan Gunung Kijang M Yasin hingga saat ini masih belum mendapat perhtian dari pemerintah. Selain itu, anggota Dewan Bintan yang harusnya membawa aspirasi rakyat juga terkesan tutup telinga.
Sejak dirinya dipecat,Yasin masih menunggu haknya sebagai pekerja yang dipecat sepihak hanya lantaran meminta kaus tangan untuk keamanan las atau welding material.
Diduga karena Pemerintah tidak berani mengganggu PT BAI, manajemen PT ini tanpaknya memilih menutup telinga dan mata terhadap itu.

Kondisi Yasin yang begitu memperihatinkan ini akhirnya sampai di telinga serikat kerja di Bintan. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Reformasi Bintan Senin (19/12/2016) siang mendatangi lokasi proyek mempertanyakan perihal kasus yang dialami Yasin.

Pewakilan SPSI mempertanyakan alasan manajemen bisa memecat pekerjanya tanpa prosedur legal yang diatur dalam undang-undang ketenagkerjaan.

“Kami sebatas menyakan kenapa prosedur kenapa segampang itu, hanya karena minta sarung tangan koyak, terus langsung dipecat secara lisan alias pakai omongan saja,”kata perwakilan, SPSI Reformasi Bintan, Darsono.

Ia menjelaskan, rencana pertemuan dengan manajemen subkon proyek dermaga gagal lantaran Satpam yang berjaga di pos security mengatakan pihak manajemen sedang tak ada di lokasi.
“Kata satpam disana tidak ada boss (subkon asal China),” jelasnya.
Meskipun demikian, Darsono menegaskan tidak akan berhenti sampai disitu saja.
Ia mengatakan akan menempu cara lain jika manajemen subkon memilih diam dan membuat kasus Yasin ini tidak ada solusi.
BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY