CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM –Panglima TNI, Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Idham Azis mendatangi Pulau Galang. Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL, Laksamana TNI Arsyad Abdulla beserta pimpinan TNI-Polri serta FKPD Pemprove Kepri.
Kadispen Lantamal IV Mayor Marinir, Saul Jamlaay mengatakan kedatangan kedua pimpin TNI-Polri ini untuk menghadiri kegiatan Bhakti Sosial di Desa Sijantung Kecamatan Galang. Dimana, di tempat itu rencananya akan dibangun rumah sakit pasien inveksi virus corona atau COVID-19.
“Pulau Galang ditakdirkan untuk kegiatan kemanusiaan yaitu pertama kali dijadikan tempat pengungsian Vietnam, kemudain saat ini bersama TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat menyiapkan operasi kemanusian untuk membangun suatu pusat rumah sakit khusus dalam rangka menangani korban covid-19”, ujar Panglima TNI disampaikan Saul Jamlaay melalui pesan group whatsap mitra PWI, Senin (9/3).
“Lokasi ini sangatlah ideal yaitu ditengah hutankemudian jarak dengan penduduk kurang lebih 3 Km, untuk bisa datang kelokasi tersebut, dilakukan jalan darat dan laut, lalu Batam memiliki Bandara Internasional yang dapat didaratkan pesawat berbadan kecil maupun lebar”, tambahnya..
Masih jelas Saul, Panglima TNI menegaskan” Kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, segera melaksanakan kegiatan pegamanan baik di jalan raya maupun dilokasi yang akan dibangunsampai dengan target pembangunan yang ingin dicapai dan fasilitas akan segera tersedia lalu juga segera dioperasionalkan untuk menampung saudara-saudara kita yang melaksanakan obsevasi dan isolasi di wilayah ini, sehingga diharapkan keluar dari Pulau Galang sudah terbebas dari covid-19”,.
Didepan awak media saat memberikan keterangan persnya dilokasi tersebut, Panglima TNI mengatakan “Saat ini saya dengan Kapolri dan Kepala BNPB hadir di Pulau Galang ini yang rencanya akan dibangun suatu rumah sakit khusus yang memiliki dua fasilitas yaitu fasilitas untuk obsrvasi dan fasiitas isolasi”, ungkapnya.
Dikatakan juga “ Kita sudah mengajukan unutk disiapkan dengan kapasitas 1000 tempat tidur dan ditambah 50 ruang isolasi dengan bertekanan negative serta dilengkapi dengan filter, dari 50 ruangan itu 30 ruangan digunakanan untuk non ICU sedangkan 20 nya untuk ruangan ICU ”, jelasnya.
Panglima TNI berharap “Mudah-mudahan rencana ini bisa terealisasikan dan bisa kita gunakan kepada saudara-saudara kita yang harus melaksanakan observasi dan isolasi apabila ada yang terinfeksi segra kita laksanakan pengobatan”, pungkasnya. (Ndn)

