CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Relokasi bangunan SMPN 28 Batam yang digenangi air kotor akibat luapan dari drainase, belum bisa terealisasi. Hal ini dikarenakan terganjal anggaran, sehingga persoalan sekolah yang terletak di kawasan Perumahan Taman Raya Batam Center belum menemukan solusi untuk mengatasinya.
Walikota Batam, H Muhammad Rudi mengatakan tidak bisa menjanjikan kapan akan melakukan relokasi bangunan SMPN 28 Batam itu, akibat belum adanya anggaran. Untuk lahan sudah ada, namun tidak didukung dengan anggaran yang dibutuhkan.
“Kita masih fokus menangani air kotor agar cepat surut yang menggenangi SMPN 28. Sekarang masih didudukan dengag yang punya lahan. Kami mau potong saluran air sementara di situ. Jadi tidak terlalu tinggi gorong-gorongnya,” katanya.
Sebelumnya, Amsakar memerintahkan jajarannya untuk mengeruk dan normalisasi saluran air di depan SMPN 28. Serta menggali drainase sepanjang 50 meter di Perumahan Botania, belakang sekolah tersebut.
“Kalau itu dibongkar, Insya Allah air yang macet bisa selesai,” ujarnya.
Amsakar mengatakan normalisasi saluran air ini adalah opsi pertama untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di SMPN 28. Alternatif solusi lainnya adalah dengan relokasi sekolah ke tempat lain. Karena lokasi sekolah saat ini berada di lembah, yang menampung aliran air dari perumahan sekitarnya.
“Kami akan coba bicara ke pemilik lahan. Ada tidak lahan yang bisa dihibahkan. Yang kemarin dihibahkan masih ada yang perlu diselesaikan. Kita coba bicarakan untuk lahan lain,” katanya.
Menurutnya, untuk pembangunan sekolah ini dibutuhkan lahan sekitar 1 hektare. Tapi minimal 5.000 meter persegi jika memang ada lahan yang tersedia.

