BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam memberikan vaksin ulang, kepada ribuan bayi korban vaksin palsu.

Catatan medis anak-anak korban vaksin palsu akan segera disisir dan dapat segera divaksin ulang.

Dalam pemaparannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menegaskan bahwa cara vasin ulang ini dinilai sebagai langah akhir bagi ribuan bayi yang telah terkontaminasi vaksin palsu.

“Kami akan melihat catatan medis mereka dan menyisir siapa saja yang divaksin dengan vaksin palsu. Kita lihat secara detail, karena nggak semuanya yang diberikan palsu. Yang tidak impor, mereka ambil dari pemeritah, jadi itu aman. Mengulang pemberian vaksin dipelukan bagi yang kena vaksin palsu. Kami sudah koordinasi dengan IDAI. Di Ciracas, mereka punya data, misal anak A kami kan lihat. Jika solusinya vaksin lagi. Kita kan lakukan lagi,” kata Menkes di Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2016).

“Contoh Ciracas saja, kami melihat dari status pasien anak itu. Kami mengetahui dia dapat satu yang palsu. Infantrix itu isinya hepatitis B. Anak itu sudah dapet BCG, polio, tetanus dan lain-lain. Itu ada 8 tapi karena hanya satu kami nilai lagi. Kalau kami ragu kami akan (vaksin ulang),” ujar dia.‎

Menkes menegaskan, setiap rumah sakit yang terbukti memberi vaksin palsu akan dilarang memberi vaksin lagi.

“Tidak boleh, stop! Semua rumah sakit dipangil. Stop nggak bisa. Kalau sudah ada bukti dari Bareskrim tidak boleh dong. Kami kan ada praduga tidak bersalah, makanya kami tidak mau mengumumkan sebelum terbukti. Setelah terbukti nantinya, ya tidak bisa dong. Secara permanen akan ditolak,” ungkapnya.

 

Penulis : Natalie 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY