CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Meski guyuran hujan membasahi, para petinggi Batam dan Kepri, seperti Walikota Batam, H. M. Rudi, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Amjon dan General Manager (GM) Service Business Unit Bright PLN Batam, Kurnia Rumdhoni tetap menemui ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul di seputaran jalan Engku Putri, Batam, Rabu (24/5/2017) siang.
Para demonstran yang berorasi meminta dibatalkannya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di Batam itu berasal dari kalangan masyarakat Sagulung. Hanya menggunakan payung, kertas, bahkan helm untuk melindungi kepala dari rintik hujan, aksi itu tetap hangat.
Amjon, dalam kesempatan itu langsung membakar suasana yang terus membeku akibat guyuran hujan.
Dalam pemaparannya, Amjon menegaskan bahwa kenaikan tarif listrik di Batam dari semula 45 persen bakal diturunkan menjadi 15 persen. Wacana penurunan persentase TDL itu dicetuskan, dengan banyaknya gejolak massa yang melakukan penolakan.
“Saya sangat bangga dengan kekompakan masyarakat, untuk itu, tentu sungguh mahal nilainya. Yang pasti, apa yang disampaikan selama ini akan segera dipenuhi Gubernur,” kata Amjon di hadapan ratusan pengunjuk rasa.
“Rapat dan koordinasi dengan RT/RW se-Kota Batam sudah dilakukan. Muara dari pembahasan itu, TDL yang sempat menyentuh posisi 45 persen akan segera diturunkan,” ujarnya.
Lalu seriuskah Pemerintah Kota (Pemko) Batam, maupun Provinsi Kepri dengan hasil itu?
Berdasarkan fakta di lapangan, para pejabat yang berada di tengah kerumunan massa tersebut membenarkan keseriusan tersebut.
“Sudah diputuskan Selasa lalu. Kenaikan dari 45 persen kita jadikan hanya 15 persen saja. Kita tandatangani keputusannya hari ini,” katanya lagi.
“Dengan keputusan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi berdemo ria. Sudah, semuanya sudah didengar. Hidup masyarakat Batam!” tandasnya.

