BERBAGI
Petugas memperbaiki kabel listrik | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pemerintah pusat lewat pengesahan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun telah mengesahkan kenaikan harga tarif listrik di Batam. Berbagai tanggapan masyarakatpun mulai mencuat dan terkesan marah besar.

Meski telah mengalami kenaikan, Bright PLN Batam, melalui Kurnia Rumdhony, General Manager Service Bussiness unit PLN Batam, menyatakan kenaikan tarif listrik di empat golongan tidak sama sekali melewati angka TDL nasional. “Kenaikan R1/1300 VA lebih rendah 17,53 persen dari TDL nasional. Kenaikan R1/2200 VA lebih rendah 14,02 persen dari tarif nasional,” kata Kurnia Rumdhony, Senin (3/4/2017).

Kenaikan tarif listrik ini tetap mengacu pada kesanggupan masyarakat Batam dalam pembayarannya.

“Justru ini masih jauh lebih ringan dibandingkan TDL Nasional,” katanya.

Baca Juga:  Gara-gara Pakaian, Wanita Ini Jebloskan Ibu Kandungnya ke Penjara

Adapun kenaikan listrik, masih kata Kurnia, digagas untuk semakin meningkatkan pelayanan di berbagai lini tugas Bright PLN Batam. Dia menegaskan, untuk dapat mensuplai listrik hingga ke pelosok Batam, pihaknya membutuhkan banyak biaya. Karena itulah, untuk meningkatkan pelayanan bagi seluruh masyarakat pihaknya menggagas kenaikan tarif listrik untuk Batam.

“Ini demi pelayanan kita juga,” tuturnya.

Sementara, Coorporate Communication Bright PLN Batam, Benny Eka turut menegaskan hal tersebut. “Memang benar, ini semua dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dari segi instalasi kelistrikan. Kan dari kita, oleh kita dan untuk kita. Sama, kenaikan tarif listrik bukan untuk menguntungkan segelintir orang. Tapi untuk meningkatkan pelayanan di tengah masyarakat,” kata Benny, saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Dua Orang Tewas Tertimbun Tanah, 7 Jam Basarnas Cari Korban Longsor di Bukit Senyum

“Kita hanya berharap, pelayanan semakin meningkat dan listrik dapat disuplay hingga ke pelosok paling dalam sekalipun,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY