BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BEIJING-Rakyat China terlihat protes, atas putusan Mahkamah Arbitrase di Den Haag yang menyatakan klaim China di Laut China Selatan tak memiliki landasan hukum.

Hal ini disampaikan pengamat politik di Beijing, Xu Liping, yang mengikuti reaksi warga China melalui surat kabar dan media sosial.

“Rakyat biasa sangat marah dan menganggap putusan pengadilan di Belanda sebagai ancaman terhadap kedaulatan China di Laut China Selatan,” kata Xu Liping, sebagaimana dilansir oleh BBC Indonesia.‎

Peta sengketa China dan Filipina atas kedaulatan Laut China Selatan | Sumber : BBC Indonesia
Peta sengketa China dan Filipina atas kedaulatan Laut China Selatan | Sumber : BBC Indonesia

Kasus klaim teritorial ini diajukan oleh pemerintah Filipina, yang membuat muncul desakan di China agar China memboikot mangga dari Filipina.

Xu Liping menjelaskan kemarahan dan frustrasi rakyat juga diarahkan ke Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini dilakukan, lantaran kedua negara tersebut disinyalir mempengaruhi putusan Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda.‎

“Warga di sini menganggap keputusahan Mahkamah di Belanda dipengaruhi oleh Amerika dan Jepang,” kata Xu Liping.

Baca Juga:  25 Pengedar Tewas Adu Tembak, Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Favela Brasil
Kapal perng China yang melintas disekitar Laut China Selatan, usai diputuskannya hak kedaulatan atas teritorial sengketa tersebut  Foto : Reuters
Kapal perng China yang melintas disekitar Laut China Selatan, usai diputuskannya hak kedaulatan atas teritorial sengketa tersebut Foto : Reuters

Ia menjelaskan bahwa di China semua orang menganggap bahwa China punya hak kedaulatan di Laut China Selatan dan hal ini dikatakan secara jelas kepada murid-murid SMP dan SMA.

“Dan sekarang ada keputusan mahkamah bahwa China tak punya kedaulatan wilayah di Laut China Selatan. Keputusan ini tak bisa diterima oleh rakyat China. Rakyat menolak keputusan tersebut,” katanya.‎

 

Penulis : JB

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan