BERBAGI
Sejumlah calon siswa sibuk meminta surat berkeluakuan baik di SMPN 20 Batam untuk syarat masuk ke SMA, beberapa waktu lalu / Foto Zulkayani

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Komisi IV DPRD Kota Batam mengajukan BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Menggunakan Dana Daerah). Walaupun saat ini ada juga Bantuan Operasional Sekolah berasal dari dana pusat, yakni Kementerian Pendidikan.

“Kita berharap sekolah-sekolah swasta dapat bantuan dari Bosda,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri, Rabu (10/2/2021).

Diakuinya selama ini masyarakat berlomba-lomba masukkan anaknya ke sekolah negeri. Lantaran biaya pendidikan di sekolah swasta cukup mahal.

“Kenapa memilih masuk negeri? Bukan karena kualitas, tapi karena free,” katanya.

Ides menilai, apabila jumlah siswa dipaksa terlalu banyak dalam satu kelas, maka kualitas pendidikan yang diterima tidak maksimal. Dan sekolah swasta dikhawatirkan akan tutup apabila tak ada murid yang mendaftar.

Baca Juga:  15 Pasien Covid-19 Meninggal, Batam Tambah 350 Kasus Positif

“Dengan adanya Bosda ini, jadi sekolah kita bantu dengan subsidi,” katanya.

Pemerintah daerah harus hadir disekolah swasta dalam bentuk Bosda, sehingga yang tak masuk ke sekolah negeri bisa tertampung kesekolah swasta dengan tidak biaya mahal, lantaran ada Bosda.

“Tapi sayangnya kemarin nyangkut karena Covid di Kementerian,” katanya.

Namun, Komisi IV akan ajukan kembali Bosda ini pada 2022 mendatang. Sehingga anggarannya bisa langsung digunakan.

“Pada saat itu, Kementerian sangat apresiasi Bosda ini,” katanya.

Ides mengakui, memang selama ini ada bantuan pemerintah kepada guru-guru swasta. Hanya saja bantuan tersebut terbatas dan pemberiannya cukup selektif.

“Bantuan itu baru 50 persen dan masih jauh kali. Syaratnya pun harus 2 tahun mengabdi. Sekolah-sekolah yang bertaraf internasional seperti Global kita tak berikan,” katanya.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan