CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Kota Batam dicanangkan sebagai kota dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Live Support oleh Kementerian Kesehatan.
Batam merupakan kota kedua setelah Surabaya yang dicanangkan Kemenkes, lantaran dianggap memiliki banyak daerah industri dan memiliki fasilitas BDH. Acara pencanangan dilakukan dengan pelaksanan seminar BHD di auditorium Bapelkes RI di Tanjunguncang, dan dibuka Wali Kota Batam, Rudi Sabtu (16/12/2017).
Ketua panitia seminar BHD Drg Juana Suhardima mengatakan, kegiatan ini merupakan program Kemenkes disejalankan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, Hari Aids Sedunia yang jatuh pada 1 Desember dan Hari Jadi Kota Batam ke 188 tahun.
Tujuan diselenggarakan seminar, untuk memberikan pengetahuan dan edukasi kepada tenaga medis, mahasiswa, pegawai perusahaan, guru olahraga, olahragawan dan masyarakat akan pentingnya BHD kepada pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
Pada seminar dan pelatihan peserta diberi pelatihan tentang penaganan BHD, pernapasan buatan, kompresi dada, pengenalan gejala serangan jantung, rantai keselamatanpenanganan tersedak, dan perawatan anakdalam keadaan tidak sadar.
Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Asep Zainal Mustofa mengatakan, Bapelkes Batam merupakan Balai Latihan milik Kementerian Kesehatan yang terlengkap dan terbaik di Indonesia.
Bapelkes Batam memiliki target tidak hanya terkenal di Tingkat Nasional tetapi terkenal juga di tingkat Asia Tenggara. Beberapa perusahaan dari luar negeri mengadakan pelatihan di Bapelkes Batam, diantaranya Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.
Sementara itu Wali Kota Batam, Rudi dalam sambutannya mengatakan, Batam sebagai daerah industri, jasa dan perdagangan tentunya banyak perusahaan dan tenaga kerja yang bergerak di sektor tersebut. Sehingga menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk memberi pengetahuan kepada para pekerja dan masyarakat.
Dijelaskannya saat ini Pemko Batam tengah gencarnya membangun infrastruktur, hal ini dilakukannya untuk mendorong sektor pariwisata. Sehingga tetap memberdayakan masyarakat di tengah kelesuan ekonomi.
“Sektor pendidikan dan kesehatan tetap saya perhatikan tapi ekonomi tidak boleh berhenti bapak dan ibu. Kalau ekonomi masyarakat susah maka kesehatan juga berpengaruh,” kata Rudi.
Menurutnya dengan pembangunan infrastruktur nantinya Pendapatan Asli Daerah akan naik. Sehingga alokasi ke bidang kesehatanpun dapat meningkat.
Rudi mengucapkan terimakasih kepada Bapelkes yang memiliki fasilitas pelatihan yang sangat bangus dan lengkap. Ini bisa menjadi salah satu tujuan untuk pelatihan dari daerah lain maupun dr luar negeri. Sehingga dengan banyaknya pelatihan di bapelkes jg bisa menghidupkan perekonomian masyarakat Kota Batam.
“Kepada peserta seminar kami pesan agar ilmu tentang penanganan Bantuan Hidup Dasar ini dapat disebarkan kepada karyawan lain dan masyarakat Batam. Sehingga apabila ada kejadian serangan jantung atau kecelakaan lainnya di masyarakat dapat diberikan penangan secara tepat,” ujarnya.

