CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Untuk meningkatkan dan meastikan pelayan yang diberikan pada masyarakat sudah baik, Pemkab Bintan berikan kuisener.
Kuisener ini diisi oleh perangkat RT/RW dan tokoh masyarakat sekitar wilayah kecamatan Gunungkijang, Senin (24/9/2018).
Selain menyebar kuisener, pihak kecamatan juga menghadirkan narasumber dari BPJS kesehatan mandiri dan BPJS ketenaga kerjaan. Tujuanya untuk memeberikan penjalasan pada masyarakat terkait manfaat keduanya serta mendengar keluhan langsung dari masayarakat.
Usai menyebar kuisener dan paparan pihak kecamatan juga memberika waktu tanya jawab.
Lukman, Ketua RW 05 Kawal, Kecamatan Gunung Kijang membandingkan, bagaimana pelayanan di rumah sakit dengan menggunakan kartu BPJS Kesejatan dan non BPJS Kesehatan.
Hasilnya, menurut dia, pelayanan yang ia terima saat menggunakan kartu BPJS dengan saat tidak menggunakan kartu BPJS jauh berbeda.
“Jauh berbeda sekali. Saya tidak tahu, apakah perbedaan pelayanan ini apakah masalahnya di BPJS nya atau di rumah sakitnya,”ujar Lukman.
Menurut Lukman, pelayanan kesehatan lewat fasilitas BPJS masih menyisakan banyak persoalan di lapangan. Masih ada perlakuan timpang antara pengguna kartu BPJS dengan non pengguna di rumah sakit.
Lukman mendapatkan hal tersebut saat membawa anaknya operasi cesar di rumah sakit. Ia melihat betapa penanganan medis saat operasi kelahiran menjadi begitu berbeda ketika memakai kartu BPJS dengan tidak memakai kartu. Padahal dokter adalah dokter sama.
“Tingkat operasinya tidak sama. Saya lihat sendiri. Yang menggunakan BPJS itu perutnya dibelah di bawah pusar hanya seukuran kecil. Tapi anaknya saya dibelah sampai satu jengkal, padahal ukuran perut yang melahirkan sama dengan anak saya yang menggunakan kartu BPJS. Itu bagaimana juga bisa begitu, kok bisa jauu beda juga tingkat penanganan operasinya,”kata Lukman.
Tak hanya perlakuan berbea saat operasi, Lukman juga merasakan perbedaan signifikan pada saat pembelian obat obatan pasca operasi.
Nurmayanti, perwakilan BPJS Bintan pun langsung mengomentri perihal sorotan pelayanan berbeda operasi yang disampaikan Lukman. Menurut Lia, perlakuan tersebut lebih pada wewenang pihak medis dalam hal ini rumah sakit.
“Sepertinya itu ranahnya ke medis. Untuk lebar operasi yang dilakukan dokter, obat apa yang diberikan, itu wewenang dokter. Mungkin, kami bukan dokter ya, tapi kemungkinan perbedaan penanganannya bukan karena kepesertaan BPJS nya, tapi karena kondisi pasien juga berbeda. Hal ini sebetulnya dokter yang menangani lebih paham,”ungkapnya.
Sementara itu Camat Gunungkijang, Arief Sumarsono berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu pemerintah melihat kelemahan yang belum didapat oleh masyarakat. Sehingga kedepannya dapat ditingkatkan lagi.
“Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayan pemerintah. Dengan kegiatan ini kita berharap bisa meningkatkan pelayan berdasarkan tingkat kepuasan melalui kuisener tadi,” pungkasnya. (ndn)

