CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Ustad Abdul Somad (UAS) mengaku sering mendapat teror dalam perjalanan dakwahnya. Teror-teror tersebut salah satunya melalui pesan singkat baik sms maupun Whatapps yang biasanya masuk seusai beliau menyampaikan pengajian, terutama untuk tema-tema krusial yang berkaitan dengan aliran Islam yang sesat.
Seperti tema dakwahnya di masjid Al-Kaffah, Legenda Malaka, Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (10/2/2018) seusai subuh yang membahas masalah kesesatan aliran Syiah, Abdul Somad mengaku biasanya ada teror yang menyerangnya. Namun demikian dia tidak menanggapi dan tetap berdakwah seperti biasa.
“Banyak saya di teror, bisa stres kalau dipikirkan ini. Di WA (Whatapps) saya penuh langsung dihapus,” katanya di hadapan jemaah yang memenuhi masjid Al-Kaffah.
Dalam kesempatan itu, gaya dakwah Ustad Abdul Somad yang segar dan berisi terlihat jelas dari raut gembira para jamaah yang hadir. Padahal tema yang diangkat termasuk persoalan serius, menyangkut aliran syiah yang mengancam kemurnian ajaran Islam. Spontanistas Abdul Somad sering kali berujung pada tersunggingnya senyum jamaah, tanpa mengurangi isi atau pesan dakwah yang memang menjadi misinya.
Sementara itu, Erwin Abu Ghaza, koordinator tim pengamanan selama Abdul Somad berada di Batam, mengungkapakan bahwa setidaknya ada 34 ormas, baik itu berlatar agama maupun adat, turut serta membantu pihak keamanan menjaga kelancaran dakwah.
Terlibatnya mereka diakui Erwin sangat membantu proses pengamanan karena jumlah jamaah yang hadir selalu melebihi kapasitas tempat, baik itu masjid maupun di lokasi lainnya.
“Kalau pengamanan kita lakukan penuh terhadap jalannya dakwah, tidak hanya Ustad Abdul Somad, tapi semua yang terlibat kita jaga hak mereka,” jelas Erwin.
Dari 14 lokasi dakwah yang dijadwalkan Ustad Abdul Somad selama tiga hari di Batam ini, Erwin menekankan pengamanan di tiga lokasi berbeda, yaitu di Masjid Al Kaffah, Legenda Malaka, Batam Centre, di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre, dan di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam Centre.
“Lokasi ini kita nilai cukup menarik perhatian karena memang jadi agenda utama dan temanya juga berkaitan dengan kebangkitan umat,” kata Erwin.

