BERBAGI
Tersangka Hung Cheng Ning alias Tony Lee (botak) Warga Negara (WN) Taiwan dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (kiri, kaos hitam), bersama penerjemah bahasa (batik) dan Kasi Pidum Kejari Batam, Ahmad Fuady (kanan) | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Hung Cheng Ning alias Tony Lee (46) Warga Negara (WN) Taiwan dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (31) terancam hukuman mati.

Ganjaran pidana tersebut tersiar, atas perbuatan masing-masing terdakwa yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika berskala internasional.

Tak main-main, kedua terdakwa ini disebut memasok sabu-sabu (metamfetamina) dari Negara China dan hendak mengedarkannya ke Jakarta dan Makassar.

Dalam aksinya, Hung Cheng dan Raden Novi memasukkan 64 bungkus sabu dibalik 2 lempeng lukisan keagamaan, Bunda Maria. “Satu lukisan berisi 31 bungkus sabu dan satu lainnya 33 bungkus,” papar JPU Ahmad Fuady, sebagaimana ditegaskan oleh JPU Samuel Pangaribuan, SH.

“Dari 64 bungkus sabu tersebut, didapat berat total mencapai 26.693 gram,” ungkapnya, dihadapan Majelis Hakim yang di Pimpin Ketua Majelis Hakim, Endi Nurindra Putra, SH dalam sidang perdana, Kamis (23/3/2017) sore lalu di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Di persidangan itu pula, turut diperlihatkan barang bukti berupa 2 lempeng lukisan Bunda Maria, beberapa bungkus sabu yang telah disisakan. “Sementara sabu lainnya sudah dimusnahkan, kita juga lampirkan berita acara pemusnahannya Yang Mulia,” tutur Jaksa Sam.

Usut punya usut, keduanya memasok barang dari China yang kemudian dikirim ke Singapura. Dari negeri jiran itu kemudian 26,6 Kg Sabu hendak dimasukkan ke Jakarta dan Makassar melalui rute China-Singapura-Batam-Jakarta dan Makassar.

Beruntung, tim BNNP Kepri yang bekerjasama dengan Polda Kepri berhasil mengendus aksi tersebut. Sebelum menyeberang ke Jakarta dan Makassar, barang haram itu berhasil disita dan keduanya didudukkan di kursi persakitan PN Batam.

Sesuai perbuatannya, masing-masing terdakwa ini dijerat dengan ketentuan dakwaan Primer, melanggar ketentuan Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga:  Kajati Kepri Menjuarai Kejuaraan Tenis Ganda Putra BAVETI CUP di Batam

Subsider, melanggar ketentuan Pasal 113 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Lebih subsider, melanggar Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas kesalahannya, masing-masing terdakwa ini terancam pidana cukup berat. Mulai dari penjara 20 tahun, bahkan ancaman tertinggi yakni ‘hukuman mati’.

“Ya, itu kisaran ancaman maksimalnya. Hukuman mati,” tandas Sam, usai persidangan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY