CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Budaya jabat tangan (salaman) di kalangan wartawan Bintan sudah menjadi tradisi. Meskipun setiap hari bertemu satu sama lain selalu salaman.
Tidak hanya setiap bertemu, bahkan awak media yang hari-hari meliput di Bintan saat berpisah pun bersalaman. Namun, sejak wabah virus corona atau Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia, jabat tangan itu tak terlihat lagi.
Menanggapi hal ini, ketua PWI Tanjung Pinang (TPI)- Bintan, Zakmi mengatakan untuk sementara lebih baik begiu. Hal ini guna menghindari penyebaran Covid-19.
“Itu bagus, bahkan untuk sementara waktu hingga wabah Covid-19 ini dinyatakan usai,”ujar Zakmi melalui sambungan telpon, Selasa (17/3).
Lebih lanjut pria yang murah senyum itu berpesan dizaman digital ini awak media dapat memanfaatkan dengan baik. Misalnya, wawancara melalui telpon dan lain sebagainya.
“Pertama semoga kawan-kawan semua sehat dan pekerjaannya lancar serta terhidar dari wabah yang saat ini melanda dunia. Kemudian, manfaatkan tehnolgy digital melalui wawancara via telpon. Dan seandainya jumpa pers atau jumpa nara sumber dihimbau cukup ucapkan salam saja,”himbaunya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika memang salaman di lapangan tidak bisa dihindarkan ada baiknya siapkan cairan sanitasi di jok motor atau mobil. Tujuannya agar dapat membersihkan tangan usai jabat tangan.
“Terkdang salaman tidak bisa dihindarkan, untuk itu ada aiknya siapkan cairan sanitasi di Jok Motor atau Mobil,”ungkapnya.
Pada kesempatan itu Zakmi juga berharap agar awak media tetap mengedepankan kepentingan umum dengan tidak membuat berita yang menakut-nakuti. Sebab, efek dari semua itu bisa mengakibatkan turunnya ekonomi dan merugikan semua pihak.
“Dan pesan terakhir, saya berharap kawan-kawan media agar memberikan edukasi pada masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang bisa mengakibatkan turunnya ekonomi dan merugikan kita semua,”pungkanya. (Ndn)

