BERBAGI
Noah Green, terduga pelaku penyerangan Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, yang menewaskan dua orang pada Jumat, 2 April 2021.(Sky News)

CENTRALBATAM.CO.ID, WASHINGTON DC – Sebelum melakukan aksinya, Noah Green, tersangka penyerangan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS), Jumat (3/4/2021), sempat mengunggah ke media sosial (medsos).

Pelaku membicarakan ketakutannya kepada FBI dan CIA. Noah Green menggugah sejumlah cerita di akun Instagram yang disebut-sebut sebagai miliknya.

“Pemerintah AS adalah musuh nomor satu orang kulit hitam,” tulisnya di salah satu video yang terbaca.

Di unggahan lainnya pada pekan lalu, Green juga sempat menuliskan kepercayaannya pada Menteri Nation of Islam, Louis Farrakhan yang dianggap telah menyelamatkannya. Green sendiri diketahui terkait dengan gerakan Nation of Islam, yang merupakan gerakan nasional religius kulit hitam yang berjuang untuk kaum Afrika-Amerika.

Baca Juga:  Yang Belum Divaksin, Tiga RSUD Bintan Selalu Siap Memvaksin Warga

“Saya mengalami penderitaan yang mengerikan akibat CIA dan FBI, lembaga pemerintahan AS,” tulis Green.

Dalam unggahan 17 Maret di akun Facebook miliknya, Green menulis bahwa ia percaya Farrakhan adalah alat untuk kebangkitan dan pekerjaan hidupnya.

“Sejujurnya beberapa tahun terakhir ini sangat sulit dan beberapa bulan terakhir ini lebih sulit. Saya telah dicoba dengan beberapa ujian terbesar dan tak terbayangkan dalam hidup saya,” katanya.

Kemudian, Green membalas salah satu komentar di unggahan tersebut bahwa ia telah mengalami beberapa kali pembobolan rumah hingga operasi tidak sah.

“Saya telah mengalami beberapa kali pembobolan rumah, keracunan makanan, penyerangan, operasi tidak sah di rumah sakit, dan pengendalian pikiran,” tulisnya.

Baca Juga:  Warga Kecewa , Vaksin Hari Ketiga Kuota Penuh di Stadion Temenggung Abdul Jamal

Green percaya bahwa apa yang dialaminya selama beberapa waktu ke belakang adalah ulah dari FBI dan CIA.

Green juga sempat mengunggah gambar sertifikat hadiah yang diberikannya kepada Nation of Islam.

Namun, kini akun milik Green telah dihapus oleh Facebook.

“Setelah peristiwa mengerikan ini, pikiran kami tertuju pada Kepolisian Capitol dan orang yang mereka cintai,” ujar Juru Bicara Facebook kepada CNN.

Green merupakan lulusan dari Christopher Newport University di Newport News, Virginia dengan gelar sarjana di bidang keuangan pada 2019. Sumber penegak hukum mengatakan Green memiliki SIM Virginia.(*)

Sumber : CNN

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan