CENTRALBATAM. CO. ID, BINTAN, –Sekolah Dasar (SD) 004 Toapaya diduga melalukan kegiatan pungli terhadap siswa dan penjaga kantin.
Modus yang dilakukan oleh pun cukup rapi, yaitu menggunakan paguyuban untuk sekolah sebagai wadah pengumpul sumbangan.
Untuk menghindari masalah dikemudian hari, pihak sekolah kemudian mengirim pesan Whatsapp yang intinya sumbangan itu merupakan inisiasi orang tua siswa sendiri.
Berikut isi pesan whatsap yang dikirim ke beberapa orang tua siswa.
Rapat nya
1. Tentang dana komsumsi buat acara gerakan ppk tgl 11 nanti
, iuran persiswa 10.000
Di setor ke bendara paguyuban masing2
2.masing2 sektretaris di wajib kan buat surat yg pernyataan yg sopan bahwa iuran yg di pungut dari paguyuban ini bkn usulan dari sekolahan , iuran paling lambat sdh terkumpul di tanggal 1 desember
Pesan whatsap ini sengaja disimpan oleh salah satu orang murid dengan alasan sebagai bukti pihak sekolah selalu berusaha bersembunyi dibalik iuran tersebut.
“Itu buktinya, tiap minta sumbangan selalu mengarahkan uang yang dikumpulkan itu merupakan inisiasi orang tua/wali,” keluh salah satu wali murid inisial IR, Jumat (2/08/2019).
IR menambahkan, salah satu orang tua pernah bertanya untuk apa uang tersebut karena dana BOS sudah ada.
“Tapi mereka bilang dana BOS itu hanya untuk biaya air dan listrik. Jadi uang itu dipakai untuk menghias sekolah. Begitu juga untuk 17Agustus ini mereka sempat meminta, tapi mereka membatalkan karena sudah tau banyak orang tua keberatan, ” tambahnya.
Sementara salah satu warga lain mengaku dimintai uang hingga Rp 60.000 perhari jika ingin jualan di sekitat sekolah. Menurutnya uang sebanyak itu akan digunakan untuk pemantauan kesehatan makanan yang disajikan ke siswa.
“Padahal saya ini jualan di luar loh. Bukan didalam. Dan siswa dilarang untuk belanja di warung saya karena saya hanya sanggup membayar Rp 25 ribu / hari,” jelas Yuli.
Pihak SD 004 saat dimintai keterangan menolak berkomentar. Alasanya, kepala sekolah, rita Mardiani sedang dipanggil Dinas pendidikan.
Saat media ini mencoba meminta nomor kontak yang bersangkutan, salah satu guru di kantor itu menolak.
“Kalau mau senin aja balik ya pak, ” pungkasnya. (Ndn)

