CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Hari ini (13/4), jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan melakukan razia di beberapa warung kopi di wilayah Bintan. Para Satpol PP itu meminta agar pemilik warung kopi tidak menyediakan kursi sehingga semua proses pembelian makan dan minum melalui take a way atau bawa pulang.
Penggulangan kursi ini berdasarkan surat edaran nomor 443/BPBD-COVID-19/197 Bupati Bintan meneruskan arahan dari Presiden RI nomor 7 tahun 2020 dan surat Gubernur nomor 307 tahun 2020.
Menanggapi hal ini, beberapa pemilik warung kopi (wakop) menilai kurang tepat. Pasalnya, selama himbauan social distancing diagaumkan para pemilik warung sudah membuat jarak meja dan kursi 1 meter lebih.
“Kemudian, kami juga mewajibkan setiap tamu yang datang ke sini untuk membersihkan tangan dengan hansainitizer yang kami siapkan,”ujar Yendi salah satu pemilik warkop daerah toapaya selatan, Senin (13/4).
Lebih lanjut Yendi mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap pemerintah melalui Satpol PP ini. Sebab perintah tidak terlebih dahulu memberikan perhatian sebelum mengambil tindakan.
“Kami tidak melarang dan bahkan mendukung setiap langkah pemerintah. Tapi tolong juga lah mengerti kami. Bagaimana dengan gaji karyawan kami? Bagaimana kami bayar listrik ini dan itu. Kenapa tidak kasih kami konpensasi dulu baru bertindak,”tambahnya.
Ia menjelaskan, bicara masalah warkop, pelanggan butuhnya jaringan wifi. Dengan adanya jaringan wifi gratis, orang bersedia membeli kopi ataupun makan. “Nah, kalau take a way ini bakal merugi karena orang jarang membeli lalu membawa ke rumah. Jadi intinya, mana konpensasi kami yang kata ada triliunan dan Rp 53 miliar untuk Bintan,”tanyanya.
Menurut Yendi, yang mesti dilakukan oleh Pemerintah Daerah khususnya dalam hal ini adalah menutup semua pintu masuk ke wilayah Bintan. Sebab selama ini Bintan juga belum memiliki pasien yang dinyatakan positif corona.
“Bukan menggulung kursi warkop, tapi membiarkan semacam TKA kemarin masuk. Justru, tutup semua pintu pelabuhan masuk ke Bintan. Itu baru benar. Karena dari berbagai berita kan belum ada positif virus ini di Bintan. Sehingga kita sebenarnya tidak perlu takut sesame orang Bintan karena masih dinilai aman,” harapnya.
“Dan lagi, social distancing kami (para pemilik warkop) rasa sudah cukup kog untuk menyentop wabah ini. Selama ini juga belum ada kog yang ODP atau PDP maupun positif ditularkan karena warkop,”tutupnya. (Ndn)

