BERBAGI
Korban saat berada di RSUP beberapa waktu lalu

CENTRALBATAM.CO.ID, TPI -Salah satu korban pengeroyokan dan perampasan di sekitar Kantor Polsek Bintan Timur, Mekel (24) merasa sedih. Pasalnya, hampir setiap hari korban mengaku melihat korban masih berkeliaran di sekitar warung tuak milik yang diduga masih masih kerabat dekat dengan pelaku.

“Kemarin saya melihatnya. Tadi saya lihat juga dan bahkan saya panggil namun tidak mau berhenti,” ujarnya, Rabu (11/5).

Lebih lanjut Mekel berharap pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Tanjungpinang Timur segera menangkap pelaku lain yang masih berkeliaran demi menegakkan keadilan.

Sementara itu, salah satu keluarga korban , Waruwu meminta Polsek Tanjungpinang Timur bisa menegakkan keadilan. Hal ini demi menjaga kepercayaan masyarakat dan tidak terjadinya balas dendam di masa yang akan datang.

“Kami mohon, tolong pak Polisi tegakkan keadilan. Kalau tidak, jangan salahkan kalau ada balas dendam dikemudian hari,” harapnya. 

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Timur, Akp Syarifudin Anwar saat ditanya mengenai alasan kenapa hanya dua orang dari 6 pelaku yang ditahan mengaku masih penyelidikan. Ia berlasan, butuh keterangan saksi meskipun korban mengaku 6 pelaku.

“Kami tidak bisa asal menetapkan tersangka butuh saksi. Dan juga mengenai HP yang hilang, korban baru menyerahkan kotak HP,” timpalnya. 

Pernyataan Kepala pengayom masyarakat di wilayah Bincen ini sangat disayangkan oleh, Osman (bang korban yang juga salah satu korban lain). Pasalnya saat orang tua dari kedua terduga mendatangi rumahnya di batu 7 bersama media ini mengaku anaknya, Ilham tahu ke 4 pelaku. 

Namun, saat disuruh agar mendatangi anaknya di Polsek dan bertanya kepada Ilham nama -nama pelaku ia mengatakan “tidak diizinkan oleh pihak Kepolisian menjenguk”.

“Itu kan ibu tadi (ibu terduga) mengaku anaknya, Ilham yang tahu keempat pelaku. Tapi kenapa polisi masih ragu?,” harapnya.

Sementara, dari informasi yang beredar di kalangan keluarga korban, keempat pelaku yang masih berkeliaran merupakan bos koperasi. Sedangkan kedua terduga yang ditahan merupakan pekerja di tempat parkir. (Ndn)

 

BAGIKAN
Baca Juga:  Warga Sedih, Pelayanan Kecamatan Kijang Terkesan Malas

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY