BERBAGI
Terdakwa Sugianto alias Tesi bin Juari (baju tahanan) bersama para Penasihat Hukum (PH)-nya, saat mendengar keterangan saksi Verbalisan Andi Pakpahan | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Saksi Verbalisan atau penyidik dari Polsek Lubuk Baja, yakni Andi Pakpahan langsung mementahkan seluruh bantahan terdakwa Sugianto alias Tesi bin Juari dalam persidangan, Kamis (29/9/2016) siang di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam persidangan, saksi yang pernah memeriksa terdakwa Sugianto menyebut bahwa terdakwa terlalu banyak mengarang cerita.‎

Pasalnya, terdakwa sempat melapor melalui Penasihat Hukumnya (PH) bahwa seluruh proses penangkapan hingga penetapan tersangka yang dilakukan oleh kepolisian dinilai tidak memperhatikan hak-hak yang seharusnya diperolehnya.‎

Selain itu, ia juga mengaku dipaksa untuk mengaku sebagai pembunuh Yuyum.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap, didampingi Hakim Anggota Taufik dan Yona Lamerosa. Terdakwa ini juga membeberkan bahwa polisi pernah menodong pistol kedalam mulut terdakwa, dengan maksud memaksanya mengakui kasus pembunuhan itu.‎

Menanggapi keterangan Sugianto yang dianggap terlalu membesar-besarkan masalah, saksi Andi secara tegas menyatakan hal tersebut merupakan rekayasa keterangan yang dikarang oleh Sugianto.

“Itu semua tidak benar Yang Mulia. Mulai dari awal, sudah kita tawarkan untuk pendampingan hukum (PH),” kata saksi Verbalisan, Andi Pakpahan.

Dikatakannya juga, selama pemeriksaan terdakwa mengaku berkata jujur tanpa adanya paksaan atau intimidasi.

Terkait seluruh keterangan dalam BAP yang saat ini dibantah oleh terdakwa. Saksi secara tegas mementahkannya, tanpa memberi celah kepada terdakwa untuk berkelit.

“Terdakwa mengaku jujur, bahwa dialah pembunuhnya. Dia juga tak pernah disiksa, apalagi ditodong senjata. Dan sangat tidak etis, karena saat dibacakannya dakwaan dia membenarkan seluruh perbuatannya. Namun saat ini terdakwa malah membantah,” tegasnya.

Dengan penegasan dari saksi verbalisan itu, terdakwa mengaku tetap dengan keterangannya yang dianggap Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi berbelit-belit.

Sementara, saksi juga menyatakan tetap pada keterangan dan menegaskan siap mempertanggung jawabkan kebenarannya.‎

“Saya tetap pada keterangan, karena kalau saya mengada-ada, saya yang dipecat,” ungkap saksi.

Atas seluruh keterangan yang telah didengar, kemudian persidangan kembali ditunda beberapa waktu kedepan dengan agenda pemeriksaan saksi yang meringankan (A De Charge) di PN Batam.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY