CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sekitar 200 orangtua dan wali calon siswa yang dinyatakan tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP N 47 Batam kian resah, Senin (10/7/2017) siang.
Keresahan kian mencuat, dengan ketidak terbukaan pihak sekolah dalam data penerimaan siswa baru di tempat pendidikan tersebut.
Selain itu, rtusan orangtua dan wali calon siswa itu juga mempertanyakan sistem penerimaan yang terkesan tidak konsisten dengan penerapan yang seharusnya.
“Katanya sistem rayon, tap banyak pendaftar dari sekitar lingkungan sekolah malah ditolak,” kata Amir, orangtua calon murid.
Warga menyatakan sikap sangat kecewa dengan hasil PPDB tahun ajaran 2017/2018 yang terkesan mengada-ada.
“Percuma kita tinggal di sekitar sekolah, kalau anak kita sendiri tidak diterima. Jadi apa manfaat sekolah ini dibangun? Toh anak-anak sekitar yang ingin sekolah saja terkendala,” sindirnya.
Para orangtua yang mendatangi sekolah SMPN 47 itu rata-rata berdomisili daerah Merlion, Perumahan permata laguna, dan Kelurahan Tanjungriau.
Parahnya, 10 pendaftar dari kelurahan Tanjungriau yang mencoba peruntungan di sekolah itupun ditolak.
“Untuk warga yang ada di kelurahan Tanjungriau ada sebanyak 110 orang yang tidak bisa diterima, belum lagi warga Batuaji yang rumahnya dekat dengan sekolah. Kenapa sulit sekali peraturan sekarang ini?” Ungkapnya.
Dengan hasil itu, ratusan orangtua mengancam akan menyegel sekolah jika anaknya tidak diterima.
“Kalau anak kami tidak diterima, sekolah ini kita segel saja,” teriak warga lainnya, yang semakin menambah riuh suasana.
Salah seorang anggota Komite SMP N 47 yang juga menjabat ketua LPM (Lembaga Pemantau Masyarakat) Tangjungriau, Sunario, mengarahkan agar semua orangtua dan wali calon siswa segera mengadukan nasib mereka ke perangkat RT/RW sekitar.
“Dibahas saja dulu dengan perangkat RT/RW, agar secepatnya ditindak lanjuti,” tandasnya.

