CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ratusan supir taksi pangkalan masih melanjutkan aksinya hingga siang tadi, Rabu (2/8/2017).
Demonstrasi massa kian memanas, di tengah terik matahari yang semakin menyengat kulit.
Barisan ratusan taksi yang dijejerkan di sepanjang jalan Engku Putri pun menjadi pemandangan kusam Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Tak cukup menyampaikan aspirasi dan bertemu dengan perwakilan pejabat, ratusan massa yang ada malam menyetop setiap taksi yang melaju di sekitar lokasi itu.
“Stop.. Semua taksi stop! Jangan ada satupun yang narik (beroperasi, red),” teriak massa sembari menghentikan laju satu-persatu taksi yang melintas.
Tidak sebatas menyetop saja, massa juga meminta setiap supir memarkirkan kendaraannya dan ikut meramaikan demonstrasi.
“Ayo ikut demo. Kalau tidak, gak boleh narik kamu,” ancam massa, kepada seorang supir taksi Bluebird.

Tak kuasa, ia pun menurut dan keluar dari taksinya. Serupa, puluhan taksi yang juga disetop tampak bergabung dan membuat lokasi itu kian riuh.
Aksi carut-marut sempat terjadi antara seorang supir taksi yang tak ingin bergabung, dengan kerumunan massa.
“Saya gak mau ikut (demo, red). Mau makan apa anak-sitri saya?” ungkap Toni, supir taksi yang menolak bergabung.
Mendengar penolakan tersebut, massa pun bersorak dan melontarkan berbagai hujatan kepadanya. Polisi di sekitar lokasi pun berupaya melerai dan menenangkan massa.
Hingga sore ini, ratusan taksi masih terparkir di sepanjang jalan Engku Putri dan melumpuhkan akses lalu-lintas di pusat pemerintahan kota Batam itu. Sementara ratusan massa yang ada terus beraksi, untuk meminta Walikota Batam segera mencabut izin seluruh taksi berbasis aplikasi online yang beroperasi di Batam.

