CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kawasan pemukiman padat penduduk (ruli) Tanjunguma, Lubuk Baja, Batam kembali ditertibkan oleh tim Terpadu, Kamis (13/7/2017) pagi.
Aksi tersebut merupakan lanjutan penggusuran yang pernah dilakukan sebelumnya. Ratusan warga di lokasi itu tampak menolak.
Sebagian lainnya hanya dapat menangis, meratapi kediamannya yang kini rata dengan tanah.
Berbeda dengan warga lainnya, sepasang suami-istri yang rumahnya ikut digusur malah membasuh wajahnya dengan iar wudhu dan solat.
Bukan main-main, keduanya solat tepat di samping excavator bertonase besar. Kecewa dengan penggusuran yang ikut menyasar kediamannya, sepasang suami-istri ini tampak sangat fokus berdoa, seolah mengadukan peristiwa itu kepada Sang Pencipta.
Saat keduanya solat, ratusan personel lengkap dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Ditpam Batam dan personel Damkar tampak bersiaga di lokasi.
Puluhan warga lainnya mengikuti jejak pasangan itu, warga yang merasa dilanggar hak dan rasa keadilannya ikut melebarkan alas diatas tanah dan solat. Namun warga lainnya hanya solat di sebuah tanah lapang, bukan di samping alat berat yang terus meraung dan mengepul asapnya.

Sejauh ini, puluhan rumah permanen bahkan semi permanen telah dirobohkan dengan menggunakan bantuan alat berat jenis ekskavator.
Suara penolakan warga masih terdengar di tengah penggusuran tersebut. Di sebuah tanah lapang, penolakan warga kian menjadi.
“Jangan sembarangan gusur, mau kemana kami tinggal? Rasa kemanusiaan kami dilindas oleh orang-orang berada di Kota ini,” protes seorang warga.

