CENTRALBATAM.CO.ID, Bintan –Kehadiran pengungsi di Bintan mulai meresahkan beberapa warga di sekitar kecamatan Gunungkijang. Pasalnya, tempat tinggal mereka yaitu Bandra Resort yang tidak jauh dari pemukiman membuat mereka bebas berkeliaran.
Hal ini dinilai karena kurangnya pengawasan dari Pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang. Akibatnya, beberapa warga yang merasa terusik mulai protes dan mengencam.
“Ini ngapain orang-orang imigran malam-malam begini berkeliaran di dipelantaran rumah warga. Padahal ini sudah tengah malam? Kalau (imigran) ini tidak ditertibkan oleh dinas terkait, jangan salahkan warga kalau terjadi apa-apa,” ujar salah satu tokoh Masyarakat, Adhy saat mengamankan dua orang imigran, kemarin (5/2/2019).
Sementara itu, salah satu warga lain inisial ST mengaku pernah beberapa kali memergoki salah satu imigran jalan dengan istri orang. Hal ini dikhawatirkan mengancam kenyamanan masyarakat sekitar.
“Setelah sebelumnya ada imigran yang ditangkap oleh suami perempuan bersama kepolisian, kalau tak salah bulan lalu saya melihat lagi ada imigran yang keluar malam dengan perempuan bersuami. Tapi, saya tidak berani terus terang karena takut hubungan pasangan itu bubar,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai seorang pria normal kebutuhan sex itu tak terelakkan. Hanya saja, kalau sempat ganggu wanita bersuami akibatnya bisa fatal.
“Kan kasihan warga kita malah jadi korban. Padahal kita ini sudah berupaya menerima mereka disini dengan baik. Tapi mereka saya perhatikan perlahan membawa penyakit yang dapat merusak hubungan keluarga orang,” cetusnya.
Keresahan warga ini pun sampai ditelinga camat Gunungkijang, Arief Sumarsono. Menanggapi hal itu, Arief mengatakan akan mengaktifkan kembali razia yang dimulai dari jam 7 hingga jam 11 malam.
“Kami sudah dengar, dan rencana kami bersama pihak kepolisian dan Satpol PP akan mengaktifkan kembali razia. Karena hanya ini wewenang kami, karena kalau terkait imigran ini wewenangnya ada di Rudenim,” pungkasnya.
Sementara itu, direktur Bandra Resort, Alek Sugiarto saat dikonfirmasi mengatakan sudah melaporkan hal ini ke Rudenim. Dari hasil laporanya, ia mengatakan “pihak Rudenim akan memindahkan migran yang kedapatan keluar tengah malam itu”.
Hingga berita ini diturunkan, Soni salah satu staff Rudenim saat dihubuni belum memberi keterangan. Saat dihubungi berkali-kali telpon yang bersangkutan tidak diangkat. (Ndn)

