CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Beberapa bulan lalu, salah satu ketua RT 04/RW 02 Kampung Jerompet, Kelurahan Kawal, Narsito sempat hangat dikabarkan karena keberanianya menolak uang Rp 5 Juta dari salah satu pengusaha.
Uang itu kata Narsito saat itu untuk menyogoknya agar mau menandatangani surat tanah milik sang pengusaha.
Sementara, berdasarkan dari pantauan centralbatam.co.id dari beberapa warganya berbanding terbalik dari sikap Narsito selama ini terhadap warganya. Pasalnya, dari beberapa warga yang sempat berurusan dengan RT ini malah merasa kesal karena merasa seolah-seolah diperas.
“Kami kan jual tanah, terus dia minta komisi Rp 5 juta. Padahal sebelumnya mereka sudah memotong bagian mereka,” ujar salah satu Warga, Man, Selasa (3/9).
Selain Man, RT Narsito juga pernah diisukan mau dilaporkan kepolisi karena memalsukan tandatangan warga. Namun masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak kelurahan.
“Iya dulu pernah malsukan tandatangan warga. Tapi saya sudah marahi dia (Narsito). Tapi uangnya sudah selesai dan surat tanah juga sudah selesai,” ujar Lurah Kawal, Vebbi.
Bahkan salah satu warga lain mengaku pernah dimintai uang Rp 300 oleh Narsito hanya untuk tanda tangan. Meskipun demikian, pria yang tidak ingin namanya ditulis ini mengatakan saat dirinya dimintai uang ia langsung menegur sang RT yang sok bersih itu.
“Tapi sudah lah, dia juga orang kita. Mudah-mudahan kedepan dia tobat sebelum keciduk aparat,” sebutnya.
Selain diduga sering melakukan pemaksaan minta komisi terhadap warga, Narsito juga diduga suka mengarang cerita usai mendapat uang dari warga. Sebab, setelah mendapat uang Rp 5 juta dari salah satu warga, Narsito menyebut uang itu sudah ia setor ke BPN. Sedangkan BPN saat dikonfirmasi membantah menerima uang itu.
Narsito sendiri saat dimintai keterangan terkait hobbinya memintai sejumlah uang kewarga tidak mau menanggapi. (Ndn).

