CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Jumlah pengguna media sosial (medsos) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu medsos yang paling banyak digunakan di dunia termasuk Indonesia adalah facebook dengan total pengguna pada tahun 2020 ini mencapai 2,5 milliar.
Sementara jumlah pengguna facebook sendiri di tanah air mencapai 175 juta orang.
Hal ini yang membuat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rony Kartika hendak mendorong seluruh Desa yang ada di Bintan untuk memnfaatkan medsos sebagai alat promosi potensi di setiap Desa.
“Sebenarnya banyak potensi Desa yang ada di Bintan ini. Namun karena kurangnya promosi membuat potensi Desa kita tidak begitu banyak diketahui oleh masyarakat luas. Untuk itu, kedepan kami akan mendorong setiap desa melakukan penjualan melalui medsos,”kata Rony, Rabu (3/6).
Ia mencontohkan, beberapa potensi yang ada di Bintan misalnya berbagai jenis ikan hasil nelayan dan peternak. Kemudian ada juga Desa yang memiliki potensi wisata alam da lain sebagainya.
“Misalnya, begitu nelayan menangkap ikan atau panen sayur, cabe atau tempat wisata langsung saja share ke group whatsap desa, facebook dan lain sebagainya pasti ada satu dua orang yang minat,”jelasnya.
“Termasuk usaha rental mobil, home stay dan penyewaan boat atau kolam pancing. Usaha seperti itu kalau rajin di update setiap hari saya yakin setiap Desa yang ada di Bintan dapat berkembang signifikan, Karena seperti yang kita lihat sekarang ini, para pelaku usaha wisata dan kuliner juga umumnya menggunakan medsos untuk promosi,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, strategy ini sangat cocok dengan program New Normal yang gadang-gadang oleh pemerintah. Pasalnya, para penjual dan konsumen tidak mesti mendatangi pasar untuk berjulan karena barang bisa diantar hingga ke rumah.
“Makanya agar terbangun informasi dan terangkum semua potensi yang ada di Desa perlu dipublish ke luar dengan memanfaat teknologi. Ini system promosinya juga mudah. Karena itu kita harapkan ini dijalankan secara optimal sehingga perputaran ekonomi desa bisa berjalan kembali,”ungkapnya.
Masih kata Rony, jika promosi potensi Desa berhasil, rencana selanjutnya adalah memberikan pelatihan pada para pelaku usaha Desa sehingga bisa mempromosikan hingga ke luar negeri. Salah satu pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan pembuatan website dan bahasa Inggris.
“Tujuannya, agar bisa di jual di luar negeri kalau ketika wabah ini usai,”pugkasnya. (Ndn)

