BERBAGI
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) saat memantau jalannya aksi penggusuran di Bengkong | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sempat terhenti sekitar 3 bulan lamanya, penggusuran permukiman padat penduduk (ruli), di Bengkong Harapan Swadaya, Batam akan dilanjutkan besok pagi, Rabu (1/3/2017).

Jelang penggusuran tahap II itu, ratusan personel pertahanan dan keamanan (Hankam) pun disiagakan mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Hal ini pula yang dibenarkan oleh Juru Sita di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

“Ya, besok eksekusi tahap II. Sudah ada koordinasi Polisi dan Ketua PN. Pengamanan juga disiagakan,” kata seorang juru sita di PN Batam.

Diketahui, eksekusi itu pertama kali dilakukan pada 8 November 2016 lalu. Karena mendapatkan perlawanan dari warga, Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Helmy Santika menarik mundur seluruh pasukan yang beranggotakan ratusan personel Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir/SBY (Satria Bhumi Yudha), ratusan personel Yonif 136/TS Raider, ratusan Brimob Polda Kepri, jajaran Polresta Barelang, dan jajaran Polsek Bengkong, Satpol PP dan Ditpam BP Batam.

Meski telah menerjunkan pasukan kelas elit, penggusuran itu malah terhenti dan dilanjutkan esok hari.

Berdasarkan informasi, aksi itu kembali dilanjutkan lantaran telah adanya putusan di PN Batam.

“Itu sudah ada putusannya. Jadi harus dieksekusi,” ujarnya.

Lahan itu sendiri, ialah milik PT Glory Point yang sejak lama telah diduduki oleh warga. Kemudian sang pemilik lahan mengajukan gugatan ke meja hijau untuk mendapatkan hak atas tanah dan dapat segera mengolahnya.

Ditangani langsung oleh Majelis Hakim, putusan itu pun memenangkan PT Glory Point dan memerintahkan Panitera melalui juru sita untuk melakukan eksekusi pembebasan lahan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY