CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN –Ratusan pengungsi yang tinggal di Hotel Bandra km 25, kecamatan Toapaya melakukan aksi demo dihalaman hotel.
Tujuannya untuk meminta pihak International Organisation for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk memperhatikan nasib mereka.
“Kami melakukan aksi ini karena selama ini IOM terus berjanji untuk dating bertemu kami. Tapi sudah hamper 9 bulan mereka tidak pernah kesini bertemu dengan kamu. Bahkan UNHCR yang janji bakal melakukan pertemuan rutin tidak pernah ditepati,” ujar salah satu pendemo, Yahya pengungsi asal Afghanistan, Kamis (29/11).
Ia menjelaskan, keadaan mereka di Hotel Bandra sangat memprihatinkan. Pasalnya, untuk 512 orang pengsi hanya ada 5 dapur. Kemudian, listrik di sepanjang jalan antar kamar ke kamar juga sangat gelap.
“Jadi, kalau untuk masak serapan saja kami bisa sampai jam 3 sore. Kemudian, airnya yang kami pakai untuk masak juga kotor,” paparnya.
Salah satu pengungsi lain, Ibrahim asal Sudan menambahkan maintainance di Hotel tidak terawat. Setiap kali ada yang rusak, harus menunggu berbulan-bula untuk bisa diperbaiki.
Bahkan kata Ibrahim, para pengungsi disana terkesan didiskriminasi dengan sikap-sikap arogan karyawan hotel.
“Nanti kalau kami minta diperbaiki, mereka bilang lagi sibuk. Dan tak jarang mereka bicara jelek dan kasar ke kami. Padahal kami ini juga manusia,” sebut Ibrahim.
Salah satu masalah utama yang dikeluhkan para imigran adalah transportasi keluar. Karena dengan tidak adanya transportasi, membuat mereka susah pergi-pergi.
“Tidak ada transportasi. Tiap kali kami sakit harus cari kendaraan dan lama baru dating,” kisah pengungsi lain, Ali Araqhi asal Yaman. (Ndn)

