CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Akibat pandemic covid-19 yang melanda dunia membuat puluhan usaha wisata di Bintan melakukan pengurangan karyawan. Akibatnya membuat ribuan karyawan kelihangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.
Meskipun banyak pakar kesehatan menyebut pada tahun 2021 akan ada vaksin covid-19, namun bukan berarti dunia pariwisata langsung pulih begitu saja. Pasalnya, puluhan bahkan ratusan juta orang di seluruh dunia kehilangan pekerjaan akibat virus asal Wuhan, Cina itu.
Salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di Bintan pada tahun 2021 ini adalah PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di kawasan KEK Galangbatang. Pasalnya, meskipun di tengah pandemic covid-19 PT itu masih tetap beroperasi.
“Baru-baru ini PT BAI sudah melakukan perekrutan sebanyak 15 untuk tenaga sekruti di sana. Dan saya akan melakukan pengawalan terus supaya tenaga kerja local (Bintan) tetap menjadi prioritas utama bekerja di BAI,”ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi, Senin (19/8).
Lebih lanjut Apri menjelaskan, PT BAI pasti mengutamakan tenaga kerja local. Hal ini lantaran pihaknya sudah melakukan kesepakatan yang dituang dalam memorandum of understanding (MoU).
“Dalam MoU itu sudah saya sisipkan pesan khusus agar tenaga tempatan diutamakan. Dan saya akan pantau MoU untuk membantu masyarakat kita,”tegas Apri.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan tenaga kerja ahli sesuai dengan kebutuhan PT yang mampu menyerap 20.000 tenaga itu. “Dalam MoU kita akan menyiapkan pelatihan tenaga ahli seperti Politeknik atau sertifikasi khusus lainnya yang dibutuhkan oleh PT BAI,”sebutnya.
Sementara itu, Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan saat ini PT sedang membangun insfrastruktur dalam PT BAI oleh tenaga ahli dari Cina. Setelah selesai pembangunan itu nantinya baru ada perekrutan tenaga kerja local.
“Kita memang ada tenaga ahli, namun karena bahan-bahan konstruksi itu dari Cina, harus dari sana juga yang mengerjakan suapaya cepat selesai. Bisa saja tenaga ahli kita yang dipakai, tapi pengerjaannya lambat. Sementara target untuk pembukaan PT BAI itu awal tahun 2021 ini,”ujar Hidayat.
Kemudian terkait MoU yang sudah dilaksanakan, sejauh ini sudah ada sebanyak 1.300 tenaga local yang melamar. Dari ke 1.300 itu kata dia sedang dilakukan verfikasi terkait persyaratan untuk dapat diterima di PT BAI.
“Jadi intinya, para TKA itu untuk mempercepat konstruksi PT BAI agar bisa beroperasi di awal 2021. Selain itu, ada juga tenaga ahli yang disekolah oleh PT BAI ke Cina dan saat ini bekerja di PT BAI,”paparnya.
“Nah kenapa kita melakukan MoU, supaya tenaga kerja local kita diutamakan. Dan yang kedua, dengan Mou itu Pemkab Bintan tahu apa dan berapa jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan. Sehingga Pemkab Bintan mempersiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan PT itu,”tambahnya.
Hidayat mencontohkan, jika PT BAI membutuhkan tenaga 50 welder untuk enam bulan ke depan. Maka sejak adanya informasi itu, Pemkab Bintan akan memberikan pelatihan tenaga welder.
“Dan MoU itu tidak hanya kita berlakukan di PT BAI, tapi juga pada seluruh perusahaan di Bintan. Karena MoU juga memberikan informasi keterbukaan pada masyarakat. Dan PT BAI wajib kita dukung sebab pada tahun 2021 nanti PT ini menjadi alternatif solusi untuk mengurangi pengangguran di Bintan paskah pandemic covid-19,”ungkapnya.
“Karena di sana sini melakukan PHK, justru PT BAI malah merekrut tenaga kerja. Jadi kita mesti dukung bersama,”tutupnya. (Ndn)

