CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Proyek pembangunan jalan dan jembatan di Jalan Bukit Raya, Kelurahan Kawal diprotes oleh warga. Pasalnya, pembangunan jembatan menuju Makam Bukit Bahagia hanya dipasang Drum.
Salah satu warga setempat yang namanya enggan disebutkan menduga proyek ini seolah dipaksakan. Pasalnya, drum itu pada akhirnya juga diganti lantaran tidak kuat.
“Masa nilai proyeknya Rp 163 juta tapi jembatannya hanya dibuat dari Drum. Ujung-unjungnya, kedepan harus keluar uang lagi untuk pembangunan jembatan itu,” katanya pada awak media ditemui di lokasi, Jumat (19/6).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi jalan itu awalnya masih memungkinkan warga untuk untuk mendatangi makam dipenghujung jalan. Sehingga jika biaya kurang bisa dialihkan lebih banyak ke jembatan itu.
“Jalan ini awalnya sudah ada dengan lebar 1 meter sampai 2 meter. Nah kalau memang biaya kurang perkecil aja pelebaran jalan. Terus buat jembatan yang benar,”kesalnya.
Selain permasalahan jembatan, pelebaran jalan di wilayah itu juga punya masalah khusus dengan warga setempat. Pasalnya, saat dilakukan pelebaran jalan tidak ada ganti rugi ke masyarakat sekitar.
“Apalagi pelebaran jalan ini memakan banyak tanah warga. Sementara ganti rugi hingga sekarang belum ada,”kesalnya lagi.
Terkait permasalahan pembangunan jalan itu, Kepala Dinas PU Bintan, Hery Wahyu mengatakan pembangunan Jalan Dan Jembatan hanya nama program sesuai nomenklatur penganggarannya
“Nama Paket Pekerjaan adalah Pembangunan Pembangunan jalan bukit bahagia tanjung kapur yang secara singkat menjelaskan pekerjaan inti atau major item yang dikerjakan. Sehingga tidak ada pekerjaan jembatan sama sekali. Jadi pekerjaan crossing saluran yang dikerjakan bukan pekerjaan jembatan karna jembatan memiliki struktur konstruksi yang sangat berbeda,” kata Hery.
Masih kata Hery, pekerjaan crossing saluran dengan drum sudah sesuai kontrak sebagai bentuk penanganan untuk meminimalisir kerusakan pada badan jalan.Dikarenakan dana tidak cukup utk menangani dengan box culvert.
“Tujuan utama pembangunan adalah untuk aksesibilitas menuju pemakaman bukit bahagia sepanjang 725 m. Kemudian, pembentukan badan jalan, pembentukan alignment vertikal jalan,”jelasnya.
“Jadi terkait point hal itu, jika pekerjaan crossing saluran dengan box culvert dikerjakan pada pelaksanaan thn 2019, maka penanganan yang dapat ditangani hanya 300 m sehingga tujuan utama tidak tercapai,”pungkasnya. (Ndn)

