CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Gedung DPRD Batam mendadak jadi tempat belajar siswa Sekolah Dasar (SD) Melati, Senin (17/9/2018) pagi.
Sebanyak 10 orang siswa yag duduk di kelas 3 dan 4 itu membawa buku dan alat tulis sambil duduk lesehan di lobi gedung wakil rakyat tersebut.
Tampak seorang guru memberi materi pelajaran kepada siswa SD Melati itu. Proses belajar mengajar di DPRD Batam ini merupakan kasi protes kepada pemerintah.
Kepala SD Melati, Leunora mengatakan bahwa sekolah yang berlokasi di Baloi Kebun kini sudah rata dengan tanah akibat kegiatan pembangunan yang dilakukan pihak lain.
“Mau belajar dimana anak-anak ini, sementara sekolah kami sudah rata akibat kegiatan pihak lain,” katanya.
Leunora mengatakan suduah berupaya agar siswannya mendapatkan pendidikan untuk masa depan dan tetap sekolah. Masalah ini pernah diadukannya kepada DPRD Kota Batam, namun sampai saat ini belum ada kepuitusan dan memberikan solusi terbaik.
“Dari 50 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 yang bersekolah di SD Melati, sekarang hanya tinggal lebih kurang 20 orang. Merkea sudah kemana-mana,” katanya
SD Melati yang berdiri sejak tahun 2003 ini menampung siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berdomisili di kawasan Baloi Kolam.
“Untuk operasional sekolah dan bayar gaji guru, saya mengandalkan gaji suami yang seorang pekerja. Sekolah ini memang belum mendapat izin lantaran terbentur legalitas lahan. Tapi kami sudah diakui Dinas Pendidikan dan sudah meluluskan siswa tiga periode,”kata Leunora.
Leunora berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib anak-anak yang sekolah di SD Melati. Siswa ini harus tetap melanjutkan pendidikannya. (*)

