BERBAGI
Para pencari kerja yang memadati pagar depan sebuah perusahaan di Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus menempuh berbagai langkah, dalam menanggulangi tingginya angka pengangguran di kota industri ini. Mulai dari menggelar pelatihan kerja, mengurangi tenaga kerja asing (TKA) dan memaksimalkan tenaga lokal, serta pemberian bantuan usaha kecil menengah (UKM) pun dilakukan.

Semua program ditujukan untuk mengurangi besarnya angka pengangguran, yang kian hari semakin meroket.‎

Bukannya sukses, namun berbagai program gagasan itu tampak seperti pedang tumpul‎. Sangar, tapi tak mampu menebas apapun. Begitulah kondisi Batam saat ini, pengangguran mencapai level 24 ribu orang, sesuai data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Dengan adanya 24 ribu tenaga kerja yang menganggur itu, jelas cukup mencengangkan, karena jumlah lapangan pekerjaan yang ada tak mencapai setengahnya. Akibatnya, angka kemiskinan, kriminalitas, serta berbagai dampak buruk lainnya membayangi langka pemerintah dan setiap masyarakat di dalamnya.

Parahnya, pemerintah dalam 2 tahun terakhir selalu mencanangkan program penguraian angka pengangguran. Sejak 2015, wacana itu telah dibahas. Namun, hingga penghujung 2016, program-program yang didirikan gagah bak pedang baja malah tumbul dan berkarat.

“Kami butuh lapangan pekerjaan, bukan janji yang mengendap,” kata Setyo, salah seorang warga Sekupang, yang mengeluhkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Dia beranggapan, ketersediaan lapangan pekerjaan di Batam layaknya sebatang jarum dalam tumpukan jerami. Susah di dapat dan dirasa cukup menyiksa.

“Memang begitu adanya. Karena memang susah sekali cari kerja. Eh, sekali dapat kerja bukannya enak, malah semakin menjerit. Seperti tertusuk jarum di tumpukan jerami itu,”‎ ungkapnya kesal.

Sementara, saat dikonfirmasi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, melalui Kepala Bidang Penempatan tenaga kerja, Maudy Vera, beberapa saat lalu menegaskan, pemerintah telah berupaya melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengurai tingginya angka pengangguran.

“Tapi jumlah pencari kerja itu yang membludak. Kita kan tahu, kalau perusahaan di Batam lagi gonjang-ganjing. Belum lagi PHK dimana-mana. Tentu, kita berharap masyarakat yang hendak mencari kerja di Batam berpikir dua kali. Karena jumlah lapangan kerja dengan pekerja itu sangat berbeda jauh,” kata Maudy, saat dikonfirmasi.

“Kita disini (Disnaker) pun selalu berupaya, supaya (pengangguran) bisa ditekan secara nyata. Tapi, ya begitu. Saat kami berupaya, pendatang yang semakin mengular,” tuturnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY