BERBAGI
Piton sepanjang 5 meter yang ditangkap warga hebohkan warga lainnya | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Populasi atau keberadaan hutan di wilayah Kota Batam kian menipis, tak salah suhu udara di kota madani itu kian terik dan panas.

Tak hanya itu, berkurangnya luas hutan ternyata juga membuat kelompok hewan buas akhirnya menyasar ke permukiman warga sekitar.

Buaya, berbagai jenis ular dan reptil lainnya, hingga kera terdaftar dalam catatan hewan yang pernah tersasar dari habitatnya dan masuk ke komplek tempat tinggal warga.

Saat dikonfirmasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, melalui Dendi N Purnomo menyatakan kebenaran informasi itu.

“Memang beberapa waktu terakhir banyak hewan yang harusnya di hutan dan rawa, malah masuk ke permukiman,” kata Dendi, Sabtu (2/9/2017).

Terdamparnya hewan-hewan buas yang memiliki insting alami untuk membunuh itu disebut-sebut karena banyaknya hutan yang rusak, bahkan rata menjadi perumahan.

Keberadaan rawa dan hutan bakau di wilayah pesisir juga disebut banyak mengalami pencemaran.

“Tentu keberadaan rantai makanan terganggu, akhirnya pemimpin rantai makanan seperti ular, buaya bahkan hewan lainnya mencari makanan ke tempat lain untuk memenuhi insting pakannya. Dalam kondisi inilah permukiman warga sering didatangi hewan-hewan yang kelapara,” ucapnya.

“Memang tak banyak jenis hewan buas di Batam, tapi kalau dibiarkan berlarut-larut sangat berbahaya,” imbuhnya.

Warga tangkap ular yang kerap makan hewan ternak di Batam | Foto : Ned

Dengan kondisi itu, Dendi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga baku mutu lingkungan dan keasrian hutan yang masih tertinggal.

“Jangan sampai semakin parah dan menciptakan ketidak seimbangan. Mari jaga hutan dan wilayah pesisir, demi keseimbangan ekosistem di dalamnya,” ajaknya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY