BERBAGI
Wakil Dirreskrimum Polda Kepri AKBP Arie Darmanto saat konfrensi pers pengungkapan kasus siejie, Jumat (29/11/2019)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri, menggerebek lokasi judi Siejie Singapura dan Hongkong atau sering disebut togel. Dari hasil penggerebekan ini, satu bandar dan delapan orang lainnya turut ditangkap. Status kesembilan orang itu pun ditetapkan menjadi tersangka.

Wakil Dirreskrimum Polda Kepri AKBP Arie Darmanto mengatakan kesembilan orang yang ditangkap adalah pria berinisial IS sebagai Bandar, ES penyedia server, GP pengumpul pemain, TP perekrut, TM , IH, RS penulis atau perekap, inisial UIS dan RS sebagai pembeli.

Kesembilan orang ini, ditangkap di enam tempat kejadian perkara berbeda, pada 24 sampai 25 November 2019 ini. Antara lain di tempat cucian mobil Gabe Mitra Mall Batuaji, Kedai Kopi Manalu Sagulung, Simpang RKT Pasit Putih Sagulung, Warung Kopi Kaveling Seroja Batuaji, Warung Kopi Pak Tampu Kaveling Baru Batuaji, dan di Ruli Genta Satu Batuaji.

“Jadi mereka bermain lewat online. Makanya ada yang mengurus bagian server. Atas informasi dari masyarakat, anggota kami mengintai beberapa hari sebelum penangkapan. Dari hasil ini, ada enam TKP kami amankan para tersangka,” kata Arie saat konferensi pers, Jumat (29/11/2019).

Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Antara lain uang senilai Rp12.732.000, ponsel berbagai merek 12 unit, enam buku tulis, balpoin empat, dan laptop sebagai alat untuk menjalankan bisnis haram tersebut.

Menurut Arie, perbuatan kesembilan tersangka diduga melanggar pasal 303 KUHP. Dengan ancaman empat tahun penjara. Polisi juga, masih menyelidiki dan mengembangkan kasus itu. Untuk memberantas sampai ke akar-akarnya. “Makanya sekecil apapun informasi, kami minta kerja sama teman-teman media dan masyarakat,” ujarnya.(asn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY