CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Jajaran Satlantas Bintan beserta Samsat UPT PPD Kijang hari ini (3/3) menggelar razia di perbatasan Bintan – Tanjungpinang.
Kepala Samsat UPT PPD Kijang, Ira Wati Puspas Dewi mengatakan razia ini merupakan agenda rutin untuk menarik para penunggak pajak. Pasalnya, mereka ditargetkan Rp 5 milliar lebih untuk menarik pajak kendaraan bermotor yang menunggak.
“Razia ini pihak kita yang menggelar. Kalau satlantas ini mereka cuma menemani kami di lapangan,” ujarnya di temui di lokasi.
“Selam 3 bulan terakhir, kami berhasil mengumpulkan pajak lebih Rp 1 miliar. Tapi targetnya Rp 5 milliar per tahun,”jelasnya.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Bintan, Ipda Budi mengatakan pada saat menggelar razia pihaknya juga melakukan pengarahan pada para pengendara yang melanggar.
“Kami cuma membantu Samsat saja. Terus kalau ada pelanggaran seperti tidak memiliki SIM, helm dan lain, kami tegur demi keselamatan berlalu lintas,”ungkapnya.
Pantauan di lapangan, hampir seluruh para pengendara sepeda motor dan mobil tak luput dari razia. Mulai dari PNS, hingga imigran di Bintan terjaring operasi itu.
Salah satu Imigran asal Afganitan, Khabib yang terjaring razia sempat kebingungan saat ditanyai KTP, hingga STNK. Pasalnya, sebagai warga negara asing ia tidak memiliki SIM lantaran tak memiliki KTP.
“SIM mana, kalau tak ada SIM, mana KTP, mana STNK,” tanya salah satu anggota Lantas.
Karena tidak bisa menujukan kelengkapan kendaraan, satlantas Bintan langsung memberikan surat tilan. (Ndn)

