BERBAGI
ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, terus melengkapi berkas tersangka operasi tangkap tangan (OTT) terhadap SL, pegawai BUMD Tanjungpinang. Diketahui, SL ditangkap 17 Februari 2017 lalu dengan dugaan penerimaan pungutan liar alias pungli.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. S Erlangga mengatakan bahwa pihaknya tengah memasuki tahap  pengiriman berkas ke Kejaksaan (P-18). Namun karena adanya beberapa kelengkapan yang kurang, pihak kejaksaan terpaksa mengembalikan berkas tersebut beserta petunjuk dengan maksud untuk segera dilengkapi (P-19).

“Kita masuk P-18, tapi karena ada yang kurang, ya dikembalikan lagi. Kita akan segera lengkapi kekurangan yang ada,” kata Kombes Pol S Erlangga, Selasa (28/3/2017) sore lalu.

Baca Juga:  Si Jago Merah Ngamuk, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Hangus Terbakar

Erlangga mengatakan kemungkinan besar pada pekan ini berkas yang sudah dilengkapi segera dikirim kembali ke Jaksa Penuntut Umum Kejati Kepri. “Sesegera mungkin. Bila tak ada halangan, minggu ini kami akan kirim kembali berkasnya sebagaimana petunjuk P-19 dari JPU yang sudah dilengkapi,” kata dia.

SL merupakan tersangka pertama dalam kasus punggutan liar penjualan kios Pasar Bintan Centre, Kota Tanjungpinang. Dalam pengembangan, Polda Kepri juga menetapkan Dirut BUMD Tanjungpinang sebgai tersangka kedua. Saat OTT pada 17 Februari 2017, Tim Saber Punggli Pemkot Tanjungpinang dan petugas Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan uang tunai sebesar Rp 36,6 juta.

Dari tangan tersangka SL diamankan uang Rp 8 juta, sisanya sebanyak Rp 26 juta dan Rp 2,6 juta dari penggeledahan kantor BUMD Tanjungpinang. Petugas juga mengamankan sejumlah dokumen lain seperti KTP penyewa, telepon genggam tersangka, kuitansi tanda terima yang ditandatangani oleh tersangka.

Baca Juga:  Api Terus Berkobar, Kapal Ikan Ikut Terbakar di Kampung Bugis Tanjungpinang

Modus tersangka adalah dengan mematok uang sewa kios di Pasar Bintan Centre Kota Tanjungpinang yang dikelola BUMD Tanjungpinang lebih tinggi dibandingkan harga sesuai ketentuan. Selain menetapkan dua tersangka, Ditrekrimsus Polda Kepri juga  memeriksa sejumlah pegawai BUMD Tanjungpinang, Komisaris Utama, dan sejumlah pedagang pasar tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY