BERBAGI
Terpidana mati, Freddy Budiman saat dikawal menuju Nusakambangan, Cilacap, Jatim | Foto : Mona

CENTRALBATAM.CO.ID, CILACAP-Jelang digelarnya eksekusi mati, terhadap 14 terpidana mati dari beberapa Pengadilan Negeri di Nusantara ini. Suasana di Nusakambangan, Cilacap semakin ramai.

Dalam persiapannya, jajaran kepolisian dari Polda Jawa Timur (Jatim) telah mempersiapkan pengawalan khusus bagi jenazah para terpidana mati.

Pengawalan khusus ini, juga dilakukan untuk mengawal jenazah Freddy Budiman, salah satu terpidana mati yang akan segera dieksekusi Jumat (29/7/2016) dini hari nanti.

Penjagaan yang terus diperketat jelang eksekusi mati jilid III | Foto : Mona
Penjagaan yang terus diperketat jelang eksekusi mati jilid III | Foto : Mona

Pantauan dilokasi, tepatnya didepan pintu gerbang dermaga Nusakambangan, Cilacap, Jumat (29/7/2016) sekitar pukul 00.23 WITA. Rombongan Jaksa (Prosekutor) yang menjerat ke-14 terpidana ini dengan hukuman mati, telah tiba dilokasi.

Selain para Jaksa yang nantinya akan menjadi eksekutor dalam eksekusi hukuman mati jilid III, para rohaniawan juga telah didatangkan kelokasi eksekusi.

Pastor bagi terpidana mati yang beragama Katholik dan seorang rohaniawan khusus Muslim, terlihat langsung dibawa masuk dan hendak dipertemukan terhadap para terpidana mati ini.

Tak hanya ramai, suasana juga kian mencekam bagi para terpidana ‎yang akan segera dieksekusi oleh pasukan penembak khusus dari jajaran Brigade Mobile (Brimob).

Jelang dieksekusi, ke-14 terpidana mati yang tiga diantaranya berasal dari Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kepri dipertemukan sejenak dengan sanak saudara yang didatangkan khusus kelokasi eksekusi.

Isak tangis dan haru riuh akhirnya pecah, saat dipertemukannya masing-masing keluarga kepada terpidana mati yang akan segera ditemba mati ini.

Terlihat juga, penjagaan disekitar pintu masuk dermaga Nusakambangan semakit ditingkatkan. Personel kepolisian berseragam dan senjata lengkap kian membentuk barikade barisan didepan pintu masuk dermaga.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY