BERBAGI
Dira, Eka dan Santri saat berselfie depan pohon Sakura Kijang

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Meskipun lokasinya terbilang cukup jauh, namun tidak membuat niat ketiga gadis cantik, Dira, Eka dan Santri ini datang sekedar selfie ke taman kota, kecamatan Bintan Timur Kijang. Ditempat itu, ketiga gadis yang mengaku sedang menempuh pendidikan di Sitisipol Tanjungpinang ini berselfie riang menikmati keindahan pohon Sakura peninggalan Jepang.

Dira, sebagai ketua genk (sebutan untuk kelompok) itu mengatakan setiap minggunya mereka selalu menghabiskan waktu menikmati keindahan bunga yang katanya ditanam langsungoleh orang Jepang.

Selain keindahan bunga yang sedang bersemi, suasana ditaman itu cukup romantis. Sehingga tak jarang Dira menghabiskan waktu bersama teman-temanya sekedar berlibur disana.

“Oh, I love so much the Sakura bloom, looks beautiful and make this garden like in a heaven,” ujar Gadis cantik yang mahir berbahasa Inggris ini.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim

Kecintaan Dira bersama kawannya terhadap bunga ini, bukan tanpa alasan. Pasalnya, selain pohon ini memiliki bunga yang begitu menawan, pohon ini memiliki sejarah tersendiri. Sejarah itu adalah, pohon ini ditanam oleh salah satu tentara Jepang sesaat sebelum meninggalkan Indonesia.

“So, selain bisa menikmati keindahan bungannya, kita juga bisa mengenal sejarah. Karena katanya kan bunga ini ditanam oleh salah satu tentara Jepang sebelum meninggalkan Bumi Pertiwi,” akunya.

Sementara Eka, gadis yang terlihat agak pendiam mengatakan dirinya justru sering menghabiskan waktu ditempat itu bersama pacarnya. Bahkan katanya, gara-gara bunga itu ia memilih punya pacar di daerah sana.

“Pas main-main kesini ada cowok kenalan, terus saya pikir bagus juga punya cowok dekat sini. Kan lumayan nyelam sambil minum air alias sambil lihat pohon ini bersamaan lihat yayang, Syairul,” paparnya sedikit malu.

Baca Juga:  AKP Monang; Lindungi Diri Dari Covid-19 Dengan Vaksin Dari Pemerintah

Beda halnnya dengan Santri yang mengaku menganggumi keindahan pohon asli asal Jepang itu. Santri mengatakan kadang rela menghabiskan waktu seharian sekedar melihat pohon. Pasalnya bagi dia, pohon ini memiliki keunikan tersendiri dan hanya bisa ditemui di tempat itu.

“Kan lumayan, kalau kesini ibarat pernah ke Jepang,” kata gadis semester empat itu. (Ndn)

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY