CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Enam bulan yang lalu, masyarakat yang kesal menanam pohon pisang di pinggir jalan aspal di Kelurahan Topaya. Harapan warga saat itu agar dapat terpantau dan diperbaiki oleh Dinas PU Propinsi.
Selain itu, akibat bolongnya aspal itu membuat kendaraan yang melintas tak jarang terjatuh.
Tidak jauh dari jalan rusak itu padahal ada laboratorium hewan milik Propinsi Kepri. Namun, mungkin karena bukan wewenanganya membuat para pejabat dan pegawai yang melintas cuek.
Alhasil, pohon pisang yang ditanam pada akhir oktober 2019 itu kini hampir berbuah. Sementara kondisi jalan masih tetap sama.
“Kecewa sama PU Propinsi. Entah mereka buta atau pura-pura buta sampai tidak terpantau. Padahal kerusakan jalan ini sejak bulan September 2019 lalu,”kesal Alex warga setempat Selasa (28/4).
Mantan Lurah Toapaya Asri yang kini menjabat Sekcam Toapaya, Nepy Purwanto mengaku sudah lelah menyampaikan surat ke dinas terkait mengenai kondisi jalan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan apapun.
“Sudah berkali-kali kita menyurati PU kabupaten untuk diteruskan ke PU provinsi. Karena kewenangannya itu jalan provinsi. Tapi tak ada progresnya sampai saat ini,” ujar Nepy,
Ia sendiri juga bingung, dari dulu dirinya berkeinginan memperbaiki jalan tersebut karena rawan mengancam keselamatan warganya sewaktu menjabat sebagai Lurah Toapaya Asri.
Akan tetapi, niatnya terpaksa ia urungkan lantaranya jalanan yang rusak tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan diperkirakan menelan biaya sangat besar.
Meski begitu, dirinya tak pernah bosan menyurati Dinas PU agar segera tanggap memperbaiki jalanan itu.
Pantauan dilapangan, jalan berlubang yang berada diatas gorong-gorong itu tinggal menunggu longsor. Apalagi, masuk musim penghujan, tanah yang menahan aspal sudah terkikis air hujan.
Camat Toapaya, Qardinar menyampaikan, hingga saat ini belum ada informasi yang masuk dari dinas terkait untuk memperbaiki jalan rusak diwilayahnya itu.
Ia mengatakan, kondisinya memang rawan dan mengancam keselamatan pengendara. “Kita buatkan surat permohonan untuk perbaikan ke dinas PUPR untuk perbaikan. Semoga cepat direspon,” ujarnya. (Ndn)

