CENTRALBATAM.CO.ID, Bintan – Maraknya bus pengangkut wisatawan asing yang membeli solar bersubsidi di SPBU di kecam oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Kecaman ini disampaikan langsung oleh salah satu pengurus PMII Korwil Riau Kepri,Aspan Hasibuan.
Menurut Aspan, seharusnya bus pengangkut wisatawan itu tidak boleh membeli solar bersubsidi karena subsidi itu untuk rakyata Indonesia.
“Gini ya, kita bicara tentang aturan ya. Kita bicara tentanga subsidi. Subsidi itu kan pakai uang rakyat yang nilainya sangat besar. Dan subsidi ini harusnya yang kita lihatkan ending user (pengguna akhir),” ujarnya melalui saluran telpon, Senin (2/12).
“Saya paham kalau kendaraan angkutan itu berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Tapi pertanyaan, yang diangkut bus pariwisata itu kan umumnya wisatawan? Yang diangkut kan ummnya wisatawan China, wisatawan Eropa. Nah ini artinya orang asing ikut menikmati subsidi yang notabene nya tak punya hak (menikmati subsidi) untuk itu,” tambahnya.
Untuk itu, Aspan meminta dinas-dinas terkait melakukan pengawasan terhadap bus pariwisata yang bebas membeli BBM bersubsidi.
“Kalau mereka tidak bisa kerja, tidak paham ending-user dari subsidi BBM ini, maka kami bersama masyarakat akan bertanya ‘pantas kah mereka duduk dijabatan mereka?,” ujarnya kesal.
Berdasarkan pantauan centralbatam.co.id Senin (3/12) di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Kawal, terdapat beberapa bus – bus wisata yang mengakut wisatawan antri mengisi solar. Padahal APMS ini di peruntukan untuk nelayan, petani serta masayarakat setempat.
Pengawas APMS Kawal, Roni saat ditemui mengatakan APMS Kawal ini sama seperti SPBU.
“Kita sudah jadi SPBU, SPBU mini. Hanya saja, kita masih belum ganti nama,” sebutnya.
Ditanya terkait diizinkannya bus mengakut wisatawan beli BBM bersubsidi, ia mengatakan belum mendapatkan surat rekom dari pihak terkait.
“Kami belum dapat rekom. Jadi permasalahan kami sama dengan masalah di SPBU batu 16,”pungkasnya (Ndn)

