BERBAGI
Danrem 033/WP, Brigjend TNI Jimmy Ramoz Manalu (tengah), memimpin langsung Rakor pasca pembentukan Satgassus penanganan Covid-19 Daerah Perlintasan di Wilayah Provinsi Kepri.

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Jimmy Ramoz Manalu, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) pasca pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) penanganan Covid-19 Daerah perlintasan di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Kepri Nomor 597 Tahun 2021 tanggal 22 April 2021.

Rakor tersebut dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Batalion Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS), Tembesi, Batam, Senin (26/4/2021).

Danrem 033/WP, Brigjend TNI Jimmy Ramoz Manalu, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini ia berharap supaya bisa terbentuk Satgassus yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan baik dan tanpa halangan apapun, maka perlu adanya diskusi dan input data yang ada.

Baca Juga:  BNN Kepri Gagalkan Penyelundupan 20,1kg Sabu, Enam Orang Ikut Ditangkap

“Tujuan kegiatan ini guna mengantisipasi masalah yang ada, agar tidak terjadi penumpukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang ke Kota Batam,” kata Brigjend TNI Jimmy kepada media ini.

Adapun dalam pelaksanaan nanti, lanjut Danrem 033/WP, pihaknya akan melakukan beberapa tahapan. tahapan pertama yakni dilakukan pemeriksaan dua kali swab test untuk PMI yang datang.

“Kami akan melakukan 2 kali swab test. Awal kedatangan dan hari ke lima masa isolasi itu hasil swab akan di kirim ke Laboratorium Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang untuk hasil polymerase chain reaction (PCR),” jelasnya.

Sementara, Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 (Karumkit RSKI) Pulau Galang, Kolonel Ckm Dr dr Khairul Ihsan Nasution, mengatakan, pengiriman sample membutuhkan waktu proses dan tepat waktu.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Ditreskrimsus Polda Kepri Sidak Pasar, Berikut Hasilnya

“Diharapkan untuk sample dikirim tepat jam 12.00 siang, agar hasilnya dapat segera di proses dan PMI dapat kembali. Dalam pelaksanaan karantina ada dua opsi, di antaranya yakni isolasi mandiri dan isolasi Pemerintah. Isolasi mandiri, PMI menggunakan biaya sendiri dan isolasi Pemerintah dengan mengikuti aturan yang telah dibuat,” ujarnya. (ilham)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan