CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pajangan jam antik serta aksesoris yang tertata di kotak kayu itu menjadi penanda, pria paruh baya bernama Sahrial, tengah menanti para pelanggan untuk menggunakan jasa keahliannya sebagai tukang reparasi jam
Seperti biasanya, kali ini lapak yang berada tepat di emperan toko, Jalan Gambir, Pasar Kota Tanjungpinang diketahui milik Sahrial.
Sahrial yang telah berusia 69 tahun itu terlihat rapi dengan kaos berkerah abu-abu dan peci hitam menutup kepala dan rambutnya yang telah memuti
Terhitung sejak muda dari tahun 1970, Sahrial mengaku telah menekuni keahliannya sebagai tukang reparasi jam tangan
Perantau asal Kota Padang ini yang mengadu nasib di Kota Tanjungpinang ini akan terlihat setiap hari di lapaknya mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB
“Dua tahun lalu, sewaktu istri saya masih hidup, saya biasa tutup hingga jam 16.00 WIB. Sekarang karena saya sudah sendiri, pulangnya jadi lebih cepat,” Katanya saat ditemu, Sabtu (29/5/2021
Selama itu pula, dirinya hidup di Kota Tanjungpinang, Sahrial mengaku masih menyewa rumah di kawasan Lembah Asri, Kota Tanjungpinang dan kini hanya seorang dir
“Semenjak istri meninggal, saya tinggal sendiri di rumah sewa. Anak saya dua dan sudah berkeluarga, saya tak tinggal dengan mereka karena tak ingin menyulitkan juga.
Tapi selalunya mereka membantu membiayai sewa rumah saya,” terang Sahrial
Himpitan ekonomi akibat pandemi covid-19 begitu terasa dialaminya di tengah-tengah dirinya sebagai tukang reparasi jam.
Sahrial menyebutkan, semenjak covid-19 melanda untuk mendapatkan penghasilan yang lebih dari sebelumnya sangat lah susah, untung-untung hanya sekedar dapat untuk makan saja
“Semenjak corona lebih susah, udah dapat untuk makan aja udah bersyukur. Kalau dulu sebelum corona itu ada lah lebih sedikit. Tapi, semenjak corona agak susah lah, kadang dapat kadang tak dapat,” ujarnya
Selain itu, kata Sahrial, dirinya juga menerima tukar tambah jenis jam tangan tertentu, dari beberapa pelanggannya yang merupakan orang-orang pula
“Kalau suka dia barang kita, ya tukar tambah dia,” sebutnya
Lagi menurut Sahrial, para pelanggannya kebanyakan dari orang-orang pulau itu lantaran suka mengoleksi jam tangan merk lam
“Kebanyakan orang-orang pulau karena biasanya jam lama punya, tapi itu tidak sering-sering juga, tetap saya di sini lebih mengandalkan pelanggan yang berkunjung ke pasar,” katanya.(Ndn)

