BERBAGI
Kajari Batam, Roch Adi Wibowo, MH | Foto : Von

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Prihatin. Begitulah ungkapan kebanyakan masyarakat di Kota Batam, akan semakin maraknya praktek peredaran Narkotika yang kian menggerus banyak jiwa muda.

Tak segan-segan, mulai dari hitungan gram hingga puluhan kilogram Narkotika dalam berbagai jenis dan bentuk pernah beredar dan diungkap kasusnya di kota dengan kemajemukan masyarakatnya itu.

Semakin memprihatinkan, bahkan melampaui ambang batas membuat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Roch Adi Wibowo, MH berang dengan kondisi itu.

Saat dikonfirmasi, Kajari Roch Adi menegaskan bahwa pihaknya, sebagai lembaga penegak hukum tak main-main dalam menumpas perkara yang masuk dalam ranah tindak pidana khusus (Pidsus) itu.

“Begini loh, ini menyangkut masa depan anak-anak. Generasi kita bersama. Kalau tidak diseriusi, bisa gawat,” kata Kajari Roch Adi, kepada tim Central Batam, Jumat (25/8/2017).

“Apapun katanya, kami tidak main-main dalam menindak. Apalagi yang barang buktinya sampai puluhan kilo. Kan gawat itu,” tuturnya.

Dalam melaksanakan tugas, mantan Asisten Pengawas (Aswas) di Kejati Maluku itu menyatakan Kejari Batam dan lembaga penegak hukum lainnya sudah bekerja maksimal.

Baca Juga:  Kadinkes Bintan Sebut 1.331 Nakes akan Terima Vaksin Gratis.
Suwarso, General Manager Umum Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim Batam, saat memperlihatkan bungkusan plastik yang berisikan ekstasi yang disaksikan tersangka, Senin (2/1/2017) | Foto : Ned

Namun, kelihaian para penyelundup barang haram itu kian berevolusi. Menciptakan berbagai modus baru dalam melancarkan aksinya. Ini pula yang menjadi kendala dalam penumpasan tindak pidana tersebut.

Belum lagi, dalam kebanyakan kasus yang berhasil diungkap. Para penyelundup mengaku, hanya diminta untuk membawa (Narkotika).

“Kebanyakan itu kurir yang ditangkap. Kan kasihan, kurir dapat, sementara cukong-cukong atau bandarnya malah tidak tersentuh sama sekali. Harusnya cukongnya ditindak dong,” ungkapnya.

Beberapa contoh kasus yang berhasil di rangkum tim Central Batam, mulai dari penyelundupan 4.400 gram (4,4 Kg) Narkotika jenis sabu oleh terdakwa Baderudin bin Salek, hingga penyelundupan 20.496 gram (20,4 Kg) sabu oleh terdakwa Awaludin alias Pak Toni.

Baca Juga:  Sahid Batam Center Hotel Manjakan Tamu Dengan Promo January Hot Deals
Terdakwa Awaludin, penyelundup 20,4 Kg Sabu saat disidangkan | Foto : Ned

Tak sampai disitu saja, kasus terbaru yang kini tengah bergulir, yakni penyelundupan 26.693 gram (26,6 Kg) sabu oleh seorang WN Taiwan bernama Hung Cheng Ning alias Tony Lee (46) dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (31).

Kedua tersangka yang kini telah menjadi tahanan Kejari Batam itu, diketahui menyelundupkan 26,6 kilogram sabu-sabu dibalik lukisan keagamaan Bunda Maria. Parahnya, di kebanyakan kasus para pelaku selalu mengaku menjadi kurir, bukannya bandar.

Tersangka Hung Cheng Ning alias Tony Lee (botak) Warga Negara (WN) Taiwan dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (kiri, kaos hitam), bersama penerjemah bahasa (batik) dan Kasi Pidum Kejari Batam, Ahmad Fuady (kanan) | Foto : Ned

Meski demikian, lanjut Roch Adi, dalam penegakan hukum Kejari Batam tetap memberi hadiah berupa ancaman hukuman terberat bagi setiap orang yang terlibat dalam peredaran obat-obatan berbahaya itu.

“Mau kurir, mau pemakai, mau apapun itu. Ancaman hukuman menanti. Bahkan kami tidak segan-segan menerapkan ancaman hukuman tertinggi. Karena ini menyangkut stabilitas negara dan menjaga keberlangsungan generasi muda tetap sehat. Tetap safety,” bebernya.

“Kami juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat. Tanpa terkecuali, agar sebaik mungkin menanamkan pemikiran untuk menjauhi segala jenis dan bentuk yang berkaitan dengan narkotika. Jika ada yang menitipkan barang-barang mencurigakan, segera ditolak. Lebih baik menumbuhkan sikap waspada, dari pada harus terjerat hukum. Mari lebih bijak dan selamatkan generasi dari bahaya Narkotika,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY