BERBAGI
Foto ilustrrasi lahan

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kasus penjualan lahan di Desa Berakit yang mencuat pada tahun 2020 lalu tidak menyebabkan kerugian negara. Hal ini lantaran lahan seluas 1,2 Ha yang sempat dibeli oleh PT AGM tersebut diketahui sudah dikembalikan ke Desa pada tahun 2015 lalu.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwi Hatmoko melalui Kanit Tipikor Ipda Mahidir membenarkan jika oknum inisial NT yang menjual lahan seluas 12 ribu kepada pihak PT AGM.

“Hanya saja, PT AGM mengembalikan lahan tersebut setelah tahu jika lahan yang dibelinya milik pemerintah,”jelasnya, Selasa (23/2).

“Jadi saat mau diurus HGB, dicek ternyata lahannya aset pemerintah. Jadi pada tahun 2015 itu dikembalikan surat-suratnya yang masih atas nama pemerintah desa,” tambahnya.

Baca Juga:  Hadiri Musrenbang Kecamatan Bengkong, Amsakar Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

Meskipun demikian, ia mengaku pihaknya masih intensi melakukan penyelidikan terkait penjualan itu. Hal ini lantaran ada perbedaan versi antara penjual dengan perwakilan pembeli.

“Meski sudah dikembalikan, uang yang sudah dibayarkan perusahaan tidak ikut dikembalikan. Ada dua versi berbeda baik dari perusahaan maupun NT mengenai transaksi jual beli lahan tersebut,”paparnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari invoice perusahaan itu nilainya Rp 1,6 miliar, sementara dari NT yang diterimanya Rp 300 juta,” tambahnya..

Meski tidak ada unsur pidana korupsinya, namun penyidik menyoal perkara tersebut masuk dalam pidana umum penipuan atau penggelapan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ahli pidana materil, memang untuk pidananya itu ada. Tetapi untuk dihitung kerugian negaranya tidak bisa, karena asetnya sudah dikembalikan,”pungkasnya. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan