BERBAGI
Rapat GMPL duduk bersama Ketua, Pembinan dan Penasehat

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Salah satu pengusaha ternak ikan di Kelurahan Kawal, Yoleng sempat bermasalah dengan Ormas tempatan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL). Pasalnya, Nahkoda kapal milik Yoleng membongkar ikan kurang segar di Pelabuhan Pasir, RT 04/ RW 01, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunungkijang.

Akibat pembongkaran itu membuat warga sekitar mengeluhkan bau tak sedap. Kemudian Yoleng diprotes keras oleh GMPL yang kemudian di mediasi oleh Polsek Gunungkijang, perangkat RT/RW dan Kelurahan serta pihak kecamatan.

Dalam mediasi itu, menghasilkan tiga kesepakatan yaitu pertama Yoleng tidak berjanji akan membongkar ikat ditengah laut. Kemudian sebagai konpesasi ke warga, Yoleng juga memberikan sumbangan Rp 10 juta untuk pembangunan pagar kuburan. Dan ketiga Yoleng memberikan Rp.100 ribu untuk setiap RT.

Baca Juga:  Februari ini "Si Tol Laut" Resmi Beroperasi di Bintan. Ini Mamfaatnya

Sehubungan dengan aksi protes ini di gerakan oleh GMPL untuk kepentingan masyarakat tempatan, ketua RW dan RT berniat mnyerahkan seluruh keuangan itu kepada GMPL. Namun demi komitment GMPL manjadi Ormas sosial, GMPL menyerahkan seluruh keuangan itu untuk dikelola oleh RT dan RW.

“GMPL adalah Ormas sosial, jadi seluruh keuangan kami serahkan semua kepada RT dan RW. Jadi saya berharap agar tidak ada masyarakat yang berpikiran kami mendapat bagian dari uang ini. Sepersen pun tidak!,” ujar ketua GMPL, Heryanto dalam rapat bersama jajaran pimpinan GMPL serta tokoh masyarakat.

Sementara itu, ketua RT, Arman Arafah dan RW, Majid Taha berterimakasih pada GMPL karena berani menujukan diri sebagai Ormas damai dan peduli. Meskipun demikian, baik RT dan RW menyerahkan pembangunan pagar itu kepada GMPL.

Baca Juga:  Kunker ke Pemkab Batang, Arief Rohman Berharap Blora Segera Miliki MPP

“Terimakasih, namun karena GMPL yang telah berjuang untuk hal ini kami ingin memberikan pembangunan pagar ini pada GMPL juga. Tentunya, yang bekerja akan mendapat upah. Kan daripada diborong ke orang luar juga tetap dibayar,” ungkap ketua RW Majid.

Sementara itu, Pembina GMPL yang juga merupakan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gunungkijang, kembali menegaskan bahwa konpesasi yang diberikan oleh Yoleng ini tidak lain karena telah melanggar perjanjian sebelumnya.

Ia pun berharap agar Yoleng kedepan tidak mengluang hal serupa. “GMPL siap mendukung usaha disekitar, namun kami berharap agar kedepan setiap kali membongkar ikan tidak merugikan masyarakat banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan GMPL selalu mendukung pengusaha untuk berusaha dan bukan sebaliknya. (NdN)

Baca Juga:  Premium langka, SPBU malah Jual ke Kendaraan Yang Dimodifikasi

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY