CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Salah Seorang pengungsi asal Afaganista, Hodadat yang saat ini tingal di Hotel Bandra km 25 datangi rumah wanita bersuami, Rima RT 4/RW 1 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunungkijang tadi pagi (16/6/2019) sekitar pukul 3.0.
Tidak terima kelakuan pengungsi itu, Hodadat sempat diamuk oleh belasan warga sekitar.
Berdasarkan dari keterangan warga setempat, amukan massa ini disebabkan oleh sikap Hodadat yang doyan bertandang ke rumah-rumah warga khususnya wanita untuk diajak berkecan.
“Ini bukan pertama kali. Warga selama ini sudah mencoba untuk bersabar, namun kali ini (warga) sudah kehabisan kesabaran,” ujar DV warga yang minta namanya di inisialkan itu pada media ini melalui sambungan telpon.
Sementara itu, Kapolsek Gunungkijang, AKP Dunot P Gurning saat dihubungi mengakui kejadian ini. Hanya saja ia masih belum mendapatkan laporan lengkap terkait kejadian itu.
“Ia memang ada, Cuma data-datanya masih di proses sama anggota. Sabar ya, saya masih di beribadah ini,” ungkap Dunot.
Lebih lanjut Dunot mengatakan, pihaknya tidak ingin menahan orang asing yang jadi pengungsi di Bandra itu. Pasalnya, wewenang untuk masalah para pengungsi itu ada di pihak Imigrasi.
“Saya sudah minta anggota agar segera diserahkan pada Imggrasi. Nanti kalau memang ditemukan tindak pidana criminal, baru kita proses. Jadi untuk sementara kita segera limpahkan pada pihak Imigrasi,” jelasnya.
Tumadi ketua RW 4 kelurahan Kawal saat ditanyai pendapatnya perihal ini mengatakan dirinya mengutuk kejadian ini. Sebab, pengungsi yang harusnya menjaga etika karena ditampung di Bintan malah terus melakukan perbuatan tidak baik.
“Ini benar-benar terkutuk ini. Mereka sudah kita tamping, tapi malah bikin masalah disini. Dan harapan saya, jangan sampai kesabaran warga habis. Jadi mohon perhatian Imigrasi dan pihak hotel menertibkan para pengungsi ini,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Kawal, Daeng. Daeng berharap Imigrasi tidak lepas tangan begitu saja para pengungsi ini. Bahkan ia meminta, jika pihak imigrasi tidak dapat mengawasi, maka silahkan cari tempat baru untuk para pengungsi ini.
“Masalahnya, ini bukan pertama kali loh,” jelas Lurah ditemui di kantor Polsek Gunungkijang siang ini
Dari informasi yang oleh Lurah, Hodadat ini diantara ke Hotel Bandra oleh Rima sekitar pukul 1.00 waktu setempat. Namun karena Hotel Bandra saat itu tutup, Rima merasa iba dan membawa pengungsi itu ke rumah.
“Meskipun demikian, harusnya jangan bawa pulang. Tapi titip ke RT atau RW,” tegasnya.
Anggota Polsek Gunungkijang yang ditemui media ini di Kantor Polsek Gunungkijang mengatakan Rima dan Hodadat sudah dibawa ke Immigrasi.
“Barusan saja di bawa mas. Sudah tidak ada disini,”pungkasnya. (Ndn)

