BERBAGI
Iskandar Zulkarnaen SIP, M.Phil.

Sejumlah pengamat bahkan para dokter dengan menggebu gebu mendesak pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten untuk menerapkan PSBB. Alasannya macam macam, mulai dari kasus yang semakin meningkat maupun keterbatasan sdm dan kesiapan perlengkapan kesehatan yang minim. Pemberlakuan PSBB menurut mereka akan menekan jumlah terinfeksi di Kepri.
Benarkah?

Dari 5 cluster yg ditayangkan oleh gugus tugas penanganan covid19 Provinsi Kepri kita bisa melihat bahwa ,

1. Sebagian besar kasus adalah impor atau orang yg datang ke Kepri dan terinfeksi di Kepri.

2. Dari 5 cluster tersebut kita bs membaca bahwa yang terkena adalah satu kelompok yang memiliki keterkaitan erat. Gambaran cluster itu diilustrasikan sebagai transmisi lokal.

Menurut pengamatan saya, Kepri masih didominasi oleh kasus impor. Kasus yg diklaim sebagai lokal transmisi ada namun tidak sporadis.
Mengapa?
Kita bisa lihat bahwa turunannya sampai sekarang belum mencerminkan kasus lokal transmisi itu terjadi secara sporadis.

Sehingga saya cenderung mengistilahkan ini sebagai community infection atau komunitas yang terinfeksi bukan penyebaran lokal transmisi yang sporadis.

Karena ini adalah komunitas yang terinfeksi maka cara penanggulangannya bukanlah dengan PSBB seperti yang dikemukakan itu. Cara nya adalah melakukan local area quarantine yakni melakukan karantina di area tertentu dimana komunitas tersebut berinteraksi.

Local area quarantine ini daoat dilakukan oleh entitas Pemerintah Kota maupun Kabupaten dan tidak perlu izin dari Pemerintah Pusat. Karena ianya hanya bersifat lokal dan terbatas.

Penggunaan local area quarantine ini lebih efektif karena wilayah daratan kita jauh lebih kecil dan kita adalah wilayah pulau pulau. Sehingga penerapannya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Berapa lama local area quarantine ini bisa kita lakukan? Kita bisa melakukannya selama 14 hari dengan mengerahkan sumber daya yang efisien dan membutuhkan anggaran yang jauh lebih sedikit dari yang harus dihabiskan jika kita menerapkan PSBB.

Apa keuntungan local area quarantine?

1. Kita bisa fokus pada pengejaran dan pengisolasian community infected tersebut. Sehingga tidak menambah penyebarannya

2. Anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan jauh lebih sedikit jika kita langsung melakukan PSBB

3. Perputaran ekonomi tetap dapat berlangsung sehingga menopang ekonomi rakyat yang akan sangat terganggu jika diterapkan PSBB yang tidak memiliki target capaian dan tanpa jangka waktu yang pasti.

4. Karena ini local area quarantine maka semua pintu masuk ke wilayah Kepri menjadi lokasi karantina selain dari community infected tersebut.

Masalahnya di dalam strategi local area quarantine ini adalah kesiapan petugas karantina, petugas kesehatan di fasilitas terdekat, aparat keamanan termasuk rt rw yang perlu dilibatkan dengan membekali mereka pengetahuan cara menghadapi covid 19 secara tepat tanpa panik.

Ini sekedar usulan. Mudah2an dapat menjernihkan kita, sehingga tidak terkesan latah dalam membuat strategi.
Seperti kata Pak Luhut. Kita sedang berperang dengan covid19. Karena itu kita butuh strategi perang. Dan saya menawarkan strategi perang kota. Yakni perang dari distrik ke distrik. Yang saya namakan local area quarantine. Bukan perang kota skala besar seperti PSBB itu.

Demikian, Terima kasih

Merdeka
Semiga Allah swt memenangkan kita. Amin

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY