BERBAGI
Maudy Vera, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Peningkatan signifikan akan keberadaan pengangguran di Batam terus meningkat. Bahkan, hingga akhir Maret 2017 lalu, jumlahnya cukup mencengangkan.

Dari data yang diperoleh tim Central Batam di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sekupang, Batam jelas memperlihatkan data yang fantastik dan memprihatinkan.

“2015, ada sekitar‎ 14 ribuan. 2016 itu tercatat sekitar 16 sampai 20 ribu pengangguran. Dan di 2017, jumlahnya relatif naik,” kata Maudy Vera, Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Batam, saat dikonfirmasi, beberapa saat lalu.

“Sekitar 24 ribu pengangguran, untuk saat ini,” imbuhnya.

Jumlah itu dikalkulasikan, berdasarkan data calon pekerja yang mendaftarkan diri untuk ditempatkan di Disnaker Batam. Dari data itulah terlihat, bahwa kondisinya kian naik.

Maudy melanjutkan, data itu bisa saja bertambah seiring berjalannya waktu. Benar saja, hal itu benar-benar terjadi dan seolah menjadi mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Baca Juga:  Pasca Bencana Tanah Longsor, Danramil 01/0315 Kerahkan Anggot Goro

Bagaimana tidak, baru-baru ini ada 23 perusahaan yang tutup berjamaah dan terpaksa memuntahkan seluruh karyawan dalam wadah ‘pengangguran’. Hal itu turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, beberapa waktu lalu.

“Benar, sekitar 889 pekerja jadi pengangguran akibat 23 perusahaan yang tutup itu,” katanya, saat membuka Pameran Batam Nasional Expo (Bannex) 2017, di Nagoya Hill, Jumat (14/4/2017) lalu.

“Ya salah satunya PT Technip di Tanjunguncang yang juga dikabarkan tutup. Itu karena sepi orderan,” kata Rudi.

Kini, jumlah pengangguran yang telah terdata sebelumnya diprediksi meningkat pesat. Akan hal itu, pemerintah diharap mampu mencari solusi yang benar-benar jitu guna menanggulangi tingginya angka pengangguran dan segala dampak yang dapat ditimbulkan dikemudian hari.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY