CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Pemerintah Kota (Pemko) Batam berupaya menambah sarana transportasi bagi pelajar di pulau penyangga (hinterland), seperti yang diminta warga. Namun tidak bisa maksimal. Lantaran terbatasnya anggaran yang ada.
“Yang sudah ada memang belum bisa menampung seluruh yang ada di sini. Maka kita buat bertahap. Yang ingin saya sampaikan, semua tergantung keuangan,” kata Wali Kota Batam, Rudi menjawab permintaan masyarakat saat halalbihalal dengan masyarakat Kecamatan Bulang Kebam, Jumat (3/8/2018).
Saat ini transportasi berupa kapal bagi pelajar sudah tersedia di tiga kecamatan hinterland. Baik di Kecamatan Bulang, Galang, maupun Belakangpadang sudah ada kapal khusus yang melayani pelajar antar pulau. Namun jumlahnya diakui belum memenuhi kebutuhan.
“Kita mau ada penambahan, tapi uangnya terbatas juga. Masalahnya untuk kapal ini kan arah tujuan sekolahnya beda-beda. Sehingga cost-nya (biayanya) besar. Jadi sambil dipelajari mana yang prioritas, harus kita dulukan,” ujarnya.
Selain angkutan laut, Pemko Batam juga menyediakan transportasi darat bagi pelajar di pulau yang terhubung dengan pulau utama (mainland) melalui jembatan Barelang. Pelajar di kawasan Rempang dan Galang ini mendapat fasilitas bus untuk sampai ke sekolahnya.
“Transportasi daratnya di Galang itu juga ada. Penambahan transportasi darat sudah kita usulkan ke pusat. Mudah-mudahan dapat 10 bus lagi,” kata Rudi.
Pada silaturahmi tersebut, Rudi juga menekankan pentingnya perhatian dan kontrol orangtua terhadap anak-anak khususnya usia sekolah. Agar ke depannya anak-anak di pulau bisa setara dengan mereka yang belajar di kota.
“Sekarang masih tertanam, yang penting anak sekolah. Saya minta bapak ibu kontrol anaknya. Jangan hanya pulang, selesai, lalu biarkan,” ujarnya.
Dikatakan, perbandingan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dengan Malaysia itu 1 banding 2. Sedangkan dengan Singapura 1 banding 3.
“Mungkin kemampuan sama, tapi disiplin beda. Saya minta Bapak Ibu, supaya kita betul-betul bisa setara, ayo kontrol anak-anak kita,” pesannya.
Dari Pemko Batam sendiri telah menganggarkan beasiswa ke tingkat perguruan tinggi setiap tahunnya. Beasiswa ini khusus untuk pelajar yang lulus diterima di lima perguruan tinggi negeri di Indonesia tanpa tes. Perguruan tinggi yang dimaksud yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor.
“Biaya pendidikannya ditanggung Pemko sampai selesai. Pendidikan anak pulau jangan sampai tertinggal. Ke depan anak-anak pulau harus setara dengan anak-anak yang ada di kota. Anak kota harus setara dengan anak-anak di Singapura. Jika ini bisa dicapai maka SDM kita tidak akan tertingal dan tiba waktunya Batam akan meraih kegemilangan,” kata Rudi.

