CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Usai pemerintah pusat mewajibkan pemakaian masker untuk mencegah covid-19, harga kini perlahan meloncat.
Berdasarkan pantauan media ini di Swalan Mandiri km 16, untuk harga masker kain biasa mencapai Rp 8,800 dari harga sebelumnya Rp 6.000. Kemudian untuk harga masker berbahan karet mencapai Rp 17,800.
Menanggapi himbauan pemerintah memakai masker, Fandi salah satu warga mengaku terbebani. Pasalnya, jika harga masker Rp 8.800 untuk 4 orang dalam satu keluarga mencapai Rp 35.000 per hari. Maka jika dikalikan dalam sebulan bisa mencapai Rp 1 juta.
“Nah sementara akibat covid-19 ini gaji berkurang lantaran warung kopi sepi,”ujar pria yang mengaku pelayan di salah satu warung kopi itu.
Terkait kenaikan harga ini, Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin mengakui harga masker sudah pada naik. Namun pihaknya enggan berkomentar banyak lantaran belum ada standard harga.
“Iya, harga sudah pada naik. Tapi kami juga susah bertindak lantaran belum ada standard harga masker ini,”ujarnya melalui pesan Whatsapp, Rabu (8/4).
Jadi untuk salah satu kebutuhan sekarang ysng menjadi trending untuk barang yang dibutuhkan di tengah covid-19 saat ini merupakan Masker
Hal senada juga diungkapkan oleh PPNS Disperindagkop dan UKM Bintan, Setia Kurniawan. Pada media ini ia mengaku kesulitan dalam menindak kenaikan harga masker lantaran belum ada standard. Untuk itu ia berharap masyarakat ikut memproduksi harga masker yang berkualitas dengan harga ekonomis.
“Memang masker sudah jarang ditemui, makanya sampai mentri perdagangan melarang mengekspor masker dan handsanitazer,”sebutnya,
Masih kata pria sapaan Iwan itu, salah satu solusi ditengah kenaikan harga masker ini adalah dengan beralih ke Plug Nasal Filter yang berfungsi sebagai pengganti masker.
Bahkan, kata Iwan Plug ini lebih murah sekaligus lebih baik dari masker.
“Ini saya sendiri pakai ini karena Plug ini bisa dipakai hingga 20 kali. Usai di pakai, bisa dicuci dan dipakai lagi,”pungkasnya. (Ndn)

