BERBAGI
Wali Kota Muhammad Rudi sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam disuntik vaksin Covid-19, Kamis (4/3/2021).

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi belum mengetahui kebijakan Pemerintah Pusat mengenai penghentian penggunaan vaksin jenis AstraZeneca Batch CTMAV547.

Untuk itu, Rudi mengaku menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan memgenai kebijakan tersebut.

“Saya belum tahu, nanti coba saya tunggu arahan dari Kementerian Kesehatan,” katanya, Senin (17/5/2021).

Walau demikian, Rudi memberikan tanggapan akan tetap melanjutkan proses vaksinasi bagi masyarakat, yang sebelumnya telah menjadi penerima vaksin jenis AstraZeneca.

Hal ini dianggap perlu segera ditindaklanjuti, mengingat bahwa vaksin jenis AstraZeneca yang telah diterima memiliki batas kadaluarsa.

“Vaksin kedua untuk AstraZeneca harus tetap dilakukan, mengingat vaksin itu juga memiliki limit waktu,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menuturkan, tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya.

Baca Juga:  Ibu Peluk Jasad Anak Tiga Hari, Akhirnya Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian toksisitas dan sterilitas dari BPOM. Saat ini batch CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis.

Jumlah itu merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO.

Batch ini telah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Ia mengatakan, selain batch CTMAV547 vaksin AstraZeneca aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

“Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar,” ujar Nadia dalam keterangan, Minggu (16/5/2021).

Pengujian vaksin yang dilakukan BPOM ujar Nadia adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. (dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan